
Model Citroen Diane 1973 yang masih orisinil dan terawat sempurna.
JawaPos.com – Mengoleksi mobil klasik langka itu bukan perkara mudah. Sebab mobil klasik yang sudah termakan usia butuh perlakuan khusus. Apalagi soal perintilan orisinil yang dibutuhkan.
Meskipun demikian bagi Pak de Bei Budiono kecintaanya terhadap mobil klasik tak bisa ditawar. Saat ini ia memiliki kurang lebih 15 unit Citroen beberapa tipe atau model dari tahun 1960-an hingga 1980-an.
Kecintaannya pada mobil asal Prancis ini karena berkaitan dengan mantan pacar, yang saat ini sudah menjadi istrinya,Diana. Saat masih kuliah di Universitas Gadja Mada ia menemukan bunga hati yang sama-sama suka dengan mobil dosen mereka, yang biasa dipakai saat datang mengajar.
“Saya mencintai Citroen Diane karena kenangan waktu masa pacaran sama mantan saya yang kuliah di UGM. Dosennya Profesor. Damarjati Supanjar. Kebetulan dia kalau datang memberi kuliah pake Citroen Diane. Saya terkagum-terkagum, dengan Citroen warna merah putihnya. Dalam benak saya suatu saat saya akan membelikan istri saya Citroen Diane. Kebetulan namanya Diana,” kata pria yang akrab disapa Pa De ini berbagi kisah dengan JawaPos.com beberapa waktu lalu di ICE, BSD, Tangerang.
Citroen Diane ini sangat istimewa baginya sehingga ia mulai mengoleksinya sejak muda. Sebelum terkena struk Pa De Budiono punya kurang lebih 27 Citroen. Namun belakangan ia mulai menjualnya dan kini tersisa 15 unit.
“Kalau sekarang, ya koleksi Citroen mungkin ada 11 sampai 15 unit, berbagai tipe. Tapi yang paling banyak, yang paling saya suka yakni Diane,” ujarnya.
Soal Citroen Diane yang di pajang di Ajang Parjo Red Carpet, Pa De menyebutkan awalnya dia mendapatkan Diane itu dalam postingan Facebook temannya di Malang. Saat itu, kondisinya sudah di renovasi namun belum sempurna sehingga ia melanjutkan restorasi sehingga semua kembali seperti bawaan pabrik.
“Saat dapat itu sudah direnovasi tapi karena saya rasa belum sempurna, terus saya sempurnakan lagi dengan mendatangkan spare part dan piranti orisinil dari Belanda sehingga tampaknya orisinil seperti ini. Usianya mobil ini usianya sudah 45 tahun karena dibuat tahun 73,” jelas Pa De.
Banyak bagian Citroen Diane ini yang direstorasi, mulai dari kaki kaki yang diganti ganti, sektor mesin, ban, setir, instalasi kabel, dinamo aki, dinamo ampere, dinamo starter dan piranti lainya. Tujuannya agar mobil kesayangannya tidak trouble saat digunakan.
“Semua saya ganti karena saya tidak mau direpotkan dengan hobi saya. Hobi saya harus menunjang saya untuk buat saya lebih hidup. Bahasa jawanya Tombo ati rabu nyowo,” tukasnya
Soal lamanya waktu restorasi dan jumlah uang digelontorkan untuk memberikan tampilan full orisinil mobil ini, tak diutarakannya karena kecintaanya terhadap sesuatu tak bisa dikalkulasi dengan hitungan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
