Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Agustus 2022 | 01.23 WIB

Mengungkap Rahasia Hyundai Stargazer Bisa Irit BBM

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Hyundai Stargazer yang bermain di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menjadi salah satu pilihan masyarakat Tanah Air. Selain menghadirkan desain baru di kelasnya, mobil ini diharapkan memberikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang irit.

Berbicara masalah irit, mesin mobil Hyundai Stargazer dibekali dengan teknologi khusus yang berpotensi menjadikan konsumsi BBM hemat. Hyundai Stargazer menggunakan mesin bensin Smartstream G 1.5 yang juga digunakan pada Hyundai Creta.

Mesin bensin yang angka aslinya 1.497 cc mempunyai empat silinder 16 katup MPI (Mutli Point Injection). Teknologi MPI, injektor terpasang pada port intake mesin yang menghadap langsung ke klep masuk.

"Maka semburan bahan bakar bisa langsung mengarah masuk ke ruang bakar dibantu dengan dorongan udara masuk dari intake," ujar Bonar Pakpahan, Product Expert PT HMID.

Di atas kertas mesin ini mampu menghasilkan tenaga puncak 113,4 hp dan torsi tertinggi 143,8 Nm. "Bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar lebih optimal campurannya untuk pembakaran," sambungnya.

Teknologi ini mendapat dukungan dengan adanya injektor jenis DPFI (Dual Port Fuel Injection). Ada dua titik pengabutan yang dihasilkan untuk pasokan bahan bakar ke ruang bakar mesin.

Teknologi ini ditujukan untuk memperluas area pengabutan bensin ke mesin. Secara bersamaan, bensin yang dibutuhkan untuk pengabutan bisa lebih sedikit.

"Kalau ada dua injektor, per injektor hanya keluar lebih sedikit bahan bakar untuk pengabutan dibanding dari satu injektor untuk cakupan luas ruang bahan bakar," jelas Bonar.

"Jadi rasio campuran udara dan bahan bakar tetap stabil dengan debit pengabutan lebih kecil untuk cakupan area ruang bakar yang setara," imbuhnya.

Dalam menjaga supaya campuran udara dan bahan bakar rasionya itu stabil dan pengabutannya juga lebih sempurna, pencampurannya juga lebih sempurna. Sehingga pas dibakar oleh busi yang terjadi adalah pembakaran yang lebih sempurna juga,” sambungnya.

Dijelaskan bahwa salah satu target dari keberadaan teknologi DPFI ialah mengejar konsumsi bahan bakar yang hemat pada Hyundai Stargazer atau model-model lain yang menggunakannya.

Apalagi kedua injektor tersebut tidak selamanya bekerja secara bersamaan. Pada putaran mesin yang rendah hanya satu injektor yang bekerja menyuplai bahan bakar. Begitu sebaliknya, ketika mesin sedang menjalani putaran tinggi maka kedua injektor bekerja menjalankan fungsinya.

Hasil yang didapat mesin tetap mendapatkan pasokan bahan bakar yang dibutuhkan untuk mencapai performa terbaiknya, maka meskipun irit namun bertenaga.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore