
Photo
JawaPos.com - Dalam tiga tahun belakangan ini banyak pabrikan mobil menyematkan teknologi turbo pada mobilnya. Baik yang menggunakan mesin bensin maupun disel, namun prinsip kerja turbo pada mesin bensin dan diesel sebenarnya sama saja.
Keduanya sama-sama memampatkan udara dan menyalurkannya secara paksa (Forced Induction) pada ruang bakar. Biasanya yang membedakan keduanya hanya di ukuran turbin dan kemampuan kompresinya.
Dimana ukuran turbin dan kemampuan memampatkan udara pada mesin diesel umumnya lebih besar karena karakteristik mesin diesel yang memiliki rasio kompresi yang lebih tinggi dan tidak menggunakan busi, sehingga hanya mengandalkan tekanan untuk melakukan pembakaran.
Bila berbicara kelebihan utama sistem turbo adalah output tenaga yang dihasilkan. Pemampatan udara dan forced induction akan mempercepat masuknya udara pada intake manifold. Suplai bahan bakar juga disesuaikan.
Masuknya bahan bakar dan udara yang lebih banyak dan bertekanan tinggi akan menghasilkan pembakaran yang lebih efisien. Selain itu, sistem turbo biasanya diadopsi pada mesin yang berkapasitas lebih kecil pada mobil pribadi.
Pada penggunaan sehari-hari, mobil dengan mesin kecil akan lebih efisien dalam mengolah bahan bakar, namun ketika diperlukan, turbo akan membantu meningkatkan performa mobil.
Disisi lain, dengan mengadopsi sistem turbo, maka akan ada tambahan komponen yang harus dirawat. Selain itu, turbo bekerja optimal pada rpm tertentu, sehingga pada saat gas buang belum mencukupi dan pada saat turbine wheel belum mencapai putaran tertentu akan terasa jeda (turbolag). Jeda ini tidak terjadi pada supercharger.
Paling penting adalah menghindari langsung mematikan mesin setelah menggunakannya pada rpm tinggi. Pendinginan turbo mengandalkan oli mesin dan temperatur turbo akan naik ketika bilah berputar.
Jika mesin langsung dimatikan, oli akan berhenti bersirkulasi sehingga pendinginan turbo berhenti. Oli yang tidak bersirkulasi pada turbo akan mendidih dan pada jangka waktu lama akan menghasilkan kerak yang akan merusak turbo. Untuk itu, disarankan untuk memasang turbo timer agar mesin tidak langsung mati ketika kunci dicabut.
Karena oli digunakan untuk pendinginan turbo, gunakan oli yang berkualitas baik. Hindari oli yang terlalu encer. Oli yang terlalu encer tidak akan mampu melumasi turbo ketika temperaturnya tinggi. Perhatikan juga dipstick oli. Jangan sampai oli berada dibawah batas minimum.
Sebaiknya gunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai. Kompresi udara yang tinggi pada ruang bakar akan membutuhkan RON yang lebih tinggi juga. Bila RON yang terlalu rendah akan menyebabkan knocking yang juga akan merusak mesin.
Perhatikan dan periksa pipa-pipa turbo secara rutin. Pipa-pipa pada sistem turbo mengalirkan udara bertekanan tinggi. Jangan sampai ada pipa yang bocor karena akan mengurangi efisiensi turbo karena kebocoran kompresi udara. Ini sangat berpengaruh dari kinerja mesin dan akan membuat berkendara Anda tidak nyaman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
