Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Agustus 2021 | 17.56 WIB

Isuzu Indonesia Harus Tetap Terapung Di Tengah Badai

Isuzu Traga yang sudah dibekali mesin  dengan standar emisi EURO4. - Image

Isuzu Traga yang sudah dibekali mesin dengan standar emisi EURO4.

JawaPos.com - Tak banyak yang bisa dilakukan bagi para Agen Pemegang Merek (APM) dalam kondisi pandemi covid-19 yaitu bertahan dan berinovasi untuk menang. Hal semcam ini juga dilakukan PT Isuzu Astra Motor Indonesia dalam situasi saat ini.

Menurut General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril, pihaknya menerapkan dua cara dalam menghadapi situasi saat ini. Pertama adalah Defense Mode atau cara bertahan.

"Dalam strategi ini, bagaimana cara perusahaan tetap 'terapung' di tengah badai," ujarnya dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif,

Layanan aftersales atau purna jual terus diolah bagaimana harus tetap berjalan, pasalnya ini salah satu strategi kunci beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Sudah pasti perilaku konsumen berubah, mulai dari cara membeli dan perawatan kendaraan niaga.

Mau tidak mau Isuzu harus melakukan penyesuaian, terpenting pada pelayanan purna jual untuk konsumen. Contohnya, selama ini pola pikir kendaraan niaga merupakan kendaraan biasa maka harus dirubah. Kendaraan niaga merupakan alat produksi yang digunakan untuk kegiatan usaha jadi harus siap dalam segala kondisi.

"Mau tidak mau kami harus berubah mindset. Sekarang dimana unit kustomer berada, harus kami datangi. Tidak mungkin kustomer datang bawa kendaraannya untuk melakukan perawatan," ujar Attias Asril.

Bukan saja itu, namun juga perubahan waktu pelayanan konsumen yang saat ini tak lagi waktu kerja yang baku. Saat ini seluruh layanan after sales Isuzu Indonesia berlaku sistem 24/7 atau full 24 jam dalam seminggu.

"Bila konsumen sewaktu-waktu membutuhkan layanan, mekanik kami siap berangkat. Baik di hutan, di tol di tengah jalan, aka kami datangi. Perubahan yang kita lakukan dalam layanan aftersales," ungkapnya.

Bahkan terkait aftersales, pihak Isuzu lebih memfokuskan perluasan jaringan aftersales. Diantaranya membnagun partshop dan workshop yang di jaringan aftersales Isuzu.

"Karena orang mau beli truk tidak seperti beli kendaraan penumpang. Beli truk butuh aftersalesnya," ujarnya.

Dengan melakukan strategi ini justru berhasil membuat penjualan Isuzu cukup memuaskan. Namun di awal-awal tahun 2021 penjualan mengalami penurunan hingga 50,5 persen atau dibawah 50.000 unit yang awalnya mencapai 10.000 unit.

“Penurunan tersebut terjadi tidak hanya pada Isuzu namun juga terhadap pasar otomotif secara nasional, dimana pasar otomotif terjun bebas hingga 59,8 persen dan pasar kendaraan komersial penurunanya mencapai 56,2 persen,” ungkap Attias.

Dengan srategi yang Isuzu lakukan serta kebijakan baru dari pemerintah di pasar otomotif, maka penjualan Isuzu kembali mengalami peningkatan. Hingga Juni 2021 penjualan Isuzu berhasil mencapai angka yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

Dari catatan penjualan hingga Juli 2021, Isuzu Traga tumbuh hingga 111,6 persen dengan total 815 unit dan market share 29,9 persen, Isuzu Elf tumbuh mencapai 32 persen dengan total 851 unit serta market share 23,2 persen dan Isuzu Giga tumbuh 43 persen dengan total 115 unit serta market share 14,5 persen.

"Dengan berbagai kebijakan dari pemerintah, pasar otomotif kembali mengalami peningkatan hingga Juni 2021 di mana angkanya sama seperti sebelum pandemi Covid-19," jelas Attias.

Sedangkan strategi kedua yang dilakukan Isuzu Indonesia adalah Offense Mode. Pihak Isuzu mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi fase adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Dalam hal ini, perusahaan berfokus terhadap dua hal, yakni strategi rebound dan reimagine. Pastinya butuh effort besar dalam melakukan 2 hal tersebut.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore