
Caption Foto : Dari kiri, Chief Operation Officer PT Astra Isuzu Yohanes Pratama, Chief Operation Officer Transport Kiat Ananda Group Otto Iskandar, dan Director of Sales & Marketing Commercial Vehicle PT Isuzu Astra Motor Indonesia Hiroki Motohashi (kana
JawaPos.com - Sekitar 90 persen kendaraan yang ditangani Astra Isuzu adalah kendaraan komersial yang identik dengan barang modal. Karena itu, produknya harus efisien dari segi bahan bakar maupun biaya perawatannya sehingga bisa memberi keuntungan bagi customer.
“Harga beli dan harga operasional harus kompetitif dan efisien sehingga mampu mendukung kelancaran bisnis customer. Karena ini barang modal maka jam operasionalnya juga harus diupayakan semaksimal mungkin 24 jam sehari. Kalau pun ada kerusakan, jangan sampai terlalu lama sehingga mengganggu operasional perusahaan,” ujar Chief Operation Officer (COO) PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation (AI-ISO/Astra Isuzu) Yohanes Pratama dalam keterangan tertulisnya Kamis (17/6).
Peran after sales service yang memadai dalam hal perawatan kendaraan dan ketersediaan suku cadang sangat dibutuhkan sehingga bisa menekan waktu perawatan kendaraan. Saat ini, Astra Isuzu didukung oleh 72 unit bengkel Isuzu berjalan (BIB) mobil dan 5 unit BIB motor yang beroperasi 24 jam nonstop untuk melayani customer yang membutuhkan servis rutin dan memperbaiki kerusakan ringan kapan pun dan di mana pun. Sedangkan, bengkel resmi Astra Isuzu sebanyak 51 outlet di seluruh Indonesia dengan 358 mekanik tersertifikasi Isuzu Indonesia.
Pada periode Januari-Mei 2021, Astra Isuzu telah melayani sekitar 80.000 unit perawatan kendaraan. Jumlah tersebut naik 18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.”Jadi, Astra Isuzu tak hanya menjual kendaraan komersial saja, tetapi memberikan solusi yang komprehensif bagi perkembangan bisnis customer,” tandasnya.
Secara terpisah, Chief Operation Officer (COO) Transport Kiat Ananda Group Otto Iskandar mengatakan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manajemen cold supply chain terintegrasi, termasuk distribusi logistik, pihaknya sangat peduli terhadap efisiensi operasional perseroan.”Dalam memilih armada, perusahaan tidak hanya memperhatikan masalah harga, tetapi juga efisiensi, after sales service, dan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Saat ini perseroan didukung 750 unit armada truk untuk melayani distribusi logistik khusus food manufacturing serta food and baverage seperti, susu, es krim, daging beku, ikan beku, dan sebagainya ke berbagai daerah di Indonesia. Armada truk perseroan ini bisa mengantar barang dari Jakarta hingga Aceh di bagian Barat dan Bima, Nusa Tenggara Barat di bagian Timur.
Pihaknya secara bertahap akan menerima 50 unit Isuzu Giga untuk kendaraan operasional. Berdasar perhitungannya, Isuzu Giga mampu menghemat bahan bakar minyak (BBM) sekitar 35-40 persen karena telah memakai teknologi mesin commonrail.”Ini akan sangat mendukung agar kami lebih kompetitif di pasar,” tegasnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
