
Ban cacing untuk penggunaan haria sangat berisiko pada kecelakaan.
JawaPos.com - Banyak masyrakat khususnya anak muda yang kerap memodifikasi kaki-kaki motornya dari yang standar menjadi lebih kecil. Ada kecenderungan mereka menggunakan velg dan ban yang lebih kecil alias ban cacing.
Alasan utama penggantian velg dan ban ini agar motor tampil lebih ramping, terlihat lebih keren sesuai dengan trendy. Hal ini tentu bisa diterima tetapi menyalahi standar safety kendaraan bermotor.
Defensive & Evasive Driving Instructor of IDDC (Indonesia Defensive Driving Center), Adrianto Sugiarto Wiyono mengatakan menggunakan pelek kecil dan ban cacing pada motor sebenarnya membahayakan karena mengurangi kestabilan motor.
"Sederhananya, pabrik itu sudah memperhitungkan beban seperti ini dengan tenaga yang dihasilkan sekian dan telapak ban yang cocok lebarnya seberapa. Kalau dirubah otomatis akan mengurangi fungsi terbaik ban tersebut," kata pria yang akrab di sapa Rian ini beberapa waktu lalu.
Ia memastikan bahwa ketika roda motor diganti dengan ban yang lebih kecil maka traksinya akan berkurang dan risikonya ada ketidakstabilan saat berkendara yang bisa menyebabkan pemotor terjatuh dalam kondisi tertentu.
"Mereka (pabrikan-red) sudah buat ban berdasarkan perhitungan itu, Kalau kita buat lebih kecil dari iyu, traksinya akan berkurang. Ketika traksinya berkurang punya risiko kita selip atau kita jatuh dan lain sebagainya. dan kita tentu tidak berharap risiko itu terjadi. Apalagi saat hujan dan jalan licin seperti saat ini," jelas Rian.
Lebih lanjut ia juga mengungkapkan bawa konstruksi ban yang dibangun sebenarnya sudah disesuaikan dengan berbagai kondisi jalan, untuk jalan lurus, tikungan, kondisi jalan basah, berkerikil dan sebagainya. Semuanya telah diuji dengan standar ukuran tersebut. Jadi kalau menyalahi ukuran yang telah diberi standar konsekuensinya adalah risiko.
"Kita harus biasakan untuk memelihara kendaraan sesuai dengan fungsinya dan yang penting bagaimana kendaraan itu safety.Jadi sebaiknya motor dengan ban cacing hanya digunakan untuk kebutuhan kontes atau lainnya. Bukan digunakan untuk berkendara harian karena berisiko," tukasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
