
Ilustrasi penggantian oli untuk mesin kendaraan
JawaPos.com - Sudah menjadi kebiasaan saat menguras oli mesin pada kendaraan roda dua tak jarang menggunakan alat bantu penyemprotan angin yang dihasilkan kompresor. Tujuannya meniriskan sisa oli di ruang mesin sebelum menuangkan oli yang baru.
Berharap sisa oli yang masih ada di dalam blok mesin bisa keluar lebih maksimal. Namun ternyata menyemprotkan angin yang dihasilkan kompresor tak disarankan. Pasalnya angin kompresor ternyata mengandung uap air, sehingga, saat angin disemprotkan ke dalam mesin justru akan berpotensi meninggalkan air di dalam mesin.
Karena menyemprotkan angin kompresor ke dalam mesin justru akan membuat kotoran di dalam mesin tidak bisa keluar terbawa oli. Melainkan justru menyebar dan bisa berdampak buruk pada komponen di dalam mesin. Biasanya berpotensi membuat serbuk kotoran yang seharusnya terbawa dengan oli bekas menyebar ke sela-sela mesin.
Ini akan berpengaruh pada kinerja oli dalam melakukan pelumasan komponen yang ada di dalam mesin saat di isi oli baru. Bila ada air masuk ke ruang mesin oli tak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Potensi beberapa komponen mengalami gesekan pun semakin tinggi.
Tak sedikit kendaraan yang mengalami kerusakan mesin meskipun ini jangka panjang. Sangat berbahayan apabila mesin mati ketika motor tengah dikendarai.
Sebaiknya saat melakukan penggantian oli mesin disarankan ditiriskan secara alami hingga tetesan terakhir, meskipun agak membutuhkan waktu namun ini lebih aman untuk keawetan mesin kendaraan Anda.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
