Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Maret 2020 | 02.16 WIB

Kelompok Hacker Dunia Sepakat Tidak Menyerang Rumah Sakit

Ilustrasi: penjahat siber. (Kokoh Praba/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi: penjahat siber. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

JawaPos.com - Novel coronavirus atau virus Korona yang juga disebut COVID-19, kini telah menjadi pandemi global. Pengaruhnya bukan hanya persoalan kesehatan, tapi juga ekonomi global, dan memengaruhi kehidupan sehari-hari miliaran orang di seluruh dunia.

Kondisi ini juga menciptakan kondisi di mana peretas, penipu, dan pengirim spam mengambil keuntungan dari pengguna dan situasi yang rentan. Karena semakin banyak orang bekerja dari rumah dengan jaringan keamanan yang lebih rendah dibandingkan dengan pengaturan kantor pada umumnya, risiko diserang kini lebih banyak.

Serangan Ransomware, yang biasanya dimulai melalui phishing, dapat menyebabkan kekacauan bagi rumah sakit karena penyerang menggunakan enkripsi untuk memblokir akses ke file mereka sendiri dan kemudian menuntut pembayaran mata uang digital untuk pembuka kunci atau sebagai tebusan.

Pekan lalu, Rumah Sakit Universitas Brno di Republik Ceko yang juga merupakan pusat pengujian COVID-19 utama, mengalami serangan ransomware yang mengganggu operasi dan menyebabkan penundaan operasi.

Pusat Keamanan Cyber Nasional Ceko dan penegakan hukum Ceko masih belum sepenuhnya memulihkan layanan digital. Bahkan, sekarang, beberapa operator komunitas hacker yang memproduksi Ransomware mengatakan, mereka tidak akan lagi menargetkan organisasi kesehatan dan medis selama pandemi coronavirus (COVID-19) berlangsung.

Bleeping Computer, sebagaimana dilansir dari Gizmochina, Minggu (29/3), menemui beberapa kelompok hacker seperti itu di mana salah satunya yang mengatasnamakan sebagai DoppelPaymer menanggapi dan menyatakan bahwa mereka biasanya tidak menargetkan rumah sakit atau layanan kesehatan dan akan melanjutkan pendekatan ini selama pandemi COVID-19 berlangsung.

Kelompok hackaer lainnya juga sepakat untuk menghentikan kegiatan terhadap semua jenis serangan terhadap organisasi medis lainnya sampai akhir pandemi.

Sementara kelompok Netwalker Ransomware mengklaim bahwa mereka tidak memiliki tujuan untuk menyerang rumah sakit dan mengatakan bahwa 'tidak ada yang akan dengan sengaja masuk ke rumah sakit'.

Di tengah semua ini, beberapa perusahaan keamanan komputer, termasuk Emsisoft dan McAfee, telah menawarkan untuk membantu perusahaan riset medis serta rumah sakit yang memerangi serangan ransomware selama wabah COVID-19 untuk membentengi pusat informasinya dari serangan hacker.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Ih32bn8a9tk

https://www.youtube.com/watch?v=rrs_qit19fE

https://www.youtube.com/watch?v=uR_5CM0imGE

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore