Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 November 2026 | 06.17 WIB

Kongres AS Panggil Bos Nvidia Soal Dugaan Mata-Mata Tiongkok

Jensen Huang, CEO Nvidia yang diminta Kongres AS menjelaskan hubungannya dengan eksekutif teknologi yang diduga terkait intelijen Tiongkok (Reuters) - Image

Jensen Huang, CEO Nvidia yang diminta Kongres AS menjelaskan hubungannya dengan eksekutif teknologi yang diduga terkait intelijen Tiongkok (Reuters)

JawaPos.com - CEO Nvidia Jensen Huang diminta memberikan penjelasan kepada Kongres Amerika Serikat (AS) setelah muncul laporan intelijen yang mengaitkan kedekatannya dengan seorang eksekutif perusahaan teknologi yang diduga menjadi agen intelijen Tiongkok. Tiga pimpinan komite DPR AS meminta Huang menghadiri pengarahan tertutup pada 18 November untuk menjelaskan interaksinya dengan Alice Huang serta sistem keamanan perusahaan dalam menghadapi ancaman spionase asing.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Brian Mast, Ketua Komite Khusus Tiongkok John Moolenaar, dan Ketua Komite Intelijen DPR Rick Crawford melalui surat bertanggal 4 November yang diumumkan Kamis (5/11). Mereka menilai persoalan ini menyangkut kemungkinan akses Beijing terhadap teknologi dan informasi strategis AS.

Dalam surat itu, ketiganya menulis, "Laporan terbaru menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan nasional terkait akses Republik Rakyat Tiongkok terhadap teknologi dan informasi sensitif AS."

Sorotan tersebut berawal dari laporan The New York Times pada akhir Oktober yang mengungkap temuan intelijen AS mengenai Alice Huang, warga negara Tiongkok yang diduga menyalurkan informasi kepada Beijing. Alice merupakan mantan eksekutif Megaspeed, perusahaan penyedia layanan komputasi awan berbasis di Singapura yang membeli cip kecerdasan buatan (AI) Nvidia. Menurut laporan itu, hasil pengawasan intelijen menunjukkan Alice telah membangun hubungan dekat dengan Jensen Huang.

Kecurigaan terhadap Megaspeed juga berkaitan dengan dugaan upaya membantu perusahaan-perusahaan Tiongkok memperoleh cip AI canggih Nvidia yang penggunaannya dibatasi untuk pengiriman ke negara tersebut. Otoritas AS sebelumnya telah mencermati kemungkinan Megaspeed menjadi perantara penjualan kembali cip yang terkena pembatasan ekspor.

Dengan demikian, penyelidikan tidak hanya menyangkut hubungan personal seorang eksekutif, tetapi juga potensi kebocoran informasi dan pengawasan terhadap rantai pasok teknologi semikonduktor strategis.

Laporan The New York Times juga menyebut Presiden Donald Trump telah menerima pengarahan mengenai temuan intelijen tersebut sekitar setahun sebelumnya. Namun, menurut sumber-sumber yang diwawancarai surat kabar itu, Trump memilih tidak mengambil tindakan setelah menerima informasi tersebut. Kedekatan Trump dengan Huang sendiri selama ini terjalin melalui dukungan keduanya terhadap pengembangan industri AI AS.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Nvidia menegaskan bahwa pertemuan Huang dengan Alice tidak berbeda dari interaksi bisnisnya dengan para pelanggan lain. Perusahaan menyatakan, "Pelanggan layanan komputasi awan regional kami hanya menerima informasi bisnis biasa, bukan rahasia dagang sensitif Nvidia, dan sama sekali tidak memperoleh informasi yang berkaitan dengan keamanan nasional."

Juru bicara perusahaan juga menekankan, "Pertemuan dengan pelanggan merupakan bagian dari pekerjaan seorang CEO. Jensen berbicara dengan ribuan eksekutif pelanggan setiap tahun."

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore