
Menkomdigi Meutya Hafid. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Pelanggan seluler kini mendapat perlindungan atas sisa kuota internet yang belum terpakai. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan aturan yang melarang operator menghapus kuota yang telah dibeli pelanggan maupun membebankan biaya tambahan untuk mempertahankannya.
Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pemenuhan Pilihan Layanan dan Perlindungan Sisa Kuota. Aturan yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026 itu merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXIII/2025 tertanggal 23 Juli 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan, kuota yang sudah dibeli pelanggan merupakan hak yang harus dilindungi. Karena itu, operator tidak diperbolehkan menghapus sisa kuota secara sepihak ketika masa berlaku paket berakhir.
Baca Juga:SE Menkomdigi: Seluruh Operator Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet dan Tarik Biaya Tambahan
“Kuota yang sudah dibayar oleh pelanggan adalah hak pelanggan. Sisa kuota tidak boleh begitu saja hangus dan operator tidak boleh mengenakan biaya tambahan untuk mempertahankan sisa kuota tersebut,” tegas Meutya dalam keterangannya, Sabtu (29/8).
Dia mengatakan, aturan tersebut dibuat untuk memastikan pelanggan memperoleh manfaat yang sepadan dengan layanan telekomunikasi yang telah mereka bayar. Kemkomdigi juga masih menemukan adanya keluhan masyarakat terkait penerapan putusan MK mengenai perlindungan sisa kuota.
“Kami juga menerima banyak aduan dari masyarakat bahwa operator belum sepenuhnya mematuhi keputusan MK bahwa sisa kuota internet milik pelanggan tidak boleh hangus secara sepihak saat masa aktif paket berakhir. Sehingga SE ini kami buat untuk memastikan operator mematuhi kebijakan hukum di Indonesia,” paparnya.
Tak hanya melarang penghapusan kuota, SE tersebut juga mewajibkan operator menghadirkan sejumlah opsi layanan. Dengan demikian, pelanggan dapat memilih skema perlindungan sisa kuota yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan mereka.
Pilihan yang dapat diberikan operator mencakup akumulasi kuota atau rollover, skema non-rollover, perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, hingga pengembalian dana atau refund. Operator juga dapat menyediakan bentuk perlindungan lain selama tidak menimbulkan kerugian bagi pelanggan.
Menurut Meutya, perubahan tersebut menempatkan pelanggan sebagai pihak yang memiliki kendali lebih besar dalam menentukan layanan telekomunikasi yang digunakan. Operator tidak lagi menjadi pihak yang sepenuhnya menentukan pilihan layanan bagi konsumen.
“Sebelumnya, pilihan layanan lebih banyak ditentukan oleh operator. Sekarang kami memastikan pelanggan memiliki pilihan. Pelanggan berhak memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaannya, bukan operator yang memilihkan untuk pelanggan,” ujar Meutya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
