
Cip Nvidia H200 dari keluarga Hopper digunakan untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan (AI) (The Straits Times)
JawaPos.com - Pemerintah Tiongkok mulai menunjukkan pelonggaran sikap terhadap akses teknologi kecerdasan buatan (AI) Amerika Serikat (AS) setelah dilaporkan akan mengizinkan sejumlah perusahaan AI domestik membeli cip H200 buatan Nvidia dalam jumlah terbatas.
Keputusan tersebut menjadi perkembangan penting dalam persaingan teknologi antara AS dan Tiongkok, terutama karena cip AI Nvidia selama ini menjadi salah satu aset paling strategis dalam pengembangan model kecerdasan buatan.
Sejumlah perusahaan besar seperti Alibaba Group, ByteDance, dan DeepSeek disebut akan menjadi penerima akses tersebut setelah sebelumnya menghadapi keterbatasan pasokan daya komputasi.
Dilansir dari The Straits Times, Jumat (10/7/2026), pemerintah Tiongkok telah memberi tahu sejumlah perusahaan AI bahwa mereka dapat mengajukan pembelian cip H200 Nvidia. Namun, izin tersebut tidak diberikan secara bebas karena setiap perusahaan harus menjelaskan jumlah cip yang dibutuhkan serta alasan penggunaannya sebelum memperoleh persetujuan.
Kebijakan itu muncul ketika perusahaan AI Tiongkok, seperti halnya perusahaan di AS, membutuhkan kapasitas komputasi lebih besar untuk melatih dan menjalankan model AI terbaru.
Sebelumnya, Beijing menahan masuknya cip H200 meskipun Presiden AS Donald Trump telah memberikan izin kepada Nvidia untuk menjual prosesor tersebut ke pasar Tiongkok pada Desember lalu. Pemerintah Tiongkok khawatir ketergantungan terhadap cip buatan Amerika Serikat dapat menghambat pengembangan industri semikonduktor lokal serta menimbulkan risiko keamanan siber.
Juru Bicara Kedutaan Besar Tiongkok Liu Chang mengatakan kebijakan negaranya terhadap ekspor cip AS tetap konsisten. "Kami mendorong Tiongkok dan AS mencapai manfaat bersama serta hasil yang saling menguntungkan melalui kerja sama. Kami menentang politisasi, instrumentalisasi, dan penggunaan isu teknologi maupun ekonomi sebagai senjata," ujarnya, seraya menyatakan kesiapan Beijing "bekerja sama dengan semua pihak untuk bersama-sama menjaga stabilitas rantai pasok industri dan rantai pasok global."
Di sisi lai, Nvidia masih menghadapi ketidakpastian terkait realisasi penjualan H200 di Tiongkok. Kepala Keuangan Nvidia Colette Kress pada Mei lalu mengatakan perusahaan belum dapat memastikan apakah cip tersebut akan benar-benar diimpor ke pasar tersebut.
"Kami belum mengetahui apakah impor cip tersebut akan diizinkan masuk ke negara itu," kata Kress. Karena ketidakpastian itu, Nvidia tidak memasukkan pendapatan dari pasar Tiongkok untuk H200 dalam proyeksi keuangannya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
