Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 16.59 WIB

Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Tembus 194 Ribu Kasus

Ilustrasi Spyware - Image

Ilustrasi Spyware

JawaPos.com - Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan peningkatan serangan spyware terhadap organisasi di Asia Tenggara sepanjang 2025. Total serangan yang berhasil dideteksi dan diblokir mencapai 818.939 kasus atau naik 18 persen dibanding tahun sebelumnya.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah deteksi tertinggi di kawasan. Sepanjang 2025, solusi bisnis Kaspersky mencatat 194.626 serangan spyware terhadap organisasi di Indonesia atau naik 35 persen dibanding 2024.

Malaysia mencatat kenaikan tahunan terbesar kedua dengan lonjakan 75 persen menjadi 194.692 kasus. Sementara Singapura mengalami peningkatan tertinggi di kawasan dengan kenaikan 111 persen, disusul Filipina sebesar 85 persen.

Spyware merupakan perangkat lunak yang dipasang secara diam-diam untuk mengumpulkan data pengguna. Jenis malware ini umumnya digunakan untuk memantau aktivitas, mencuri informasi sensitif, hingga mengakses komunikasi internal perusahaan tanpa diketahui korban.

General Manager ASEAN dan Asia Emerging Countries Kaspersky Simon Tung mengatakan pola serangan saat ini menunjukkan pelaku ancaman mulai fokus pada pengumpulan intelijen perusahaan. Menurut dia, jaringan organisasi kini menjadi target untuk memperoleh informasi strategis dan data sensitif.

“Pelaku ancaman tidak hanya mengincar gangguan bisnis. Kami melihat peningkatan pengumpulan intelijen tertarget di Asia Tenggara,” kata Simon dalam keterangan resminya.

Dalam laporannya, Kaspersky juga menyinggung operasi spionase siber bernama ForumTroll yang diungkap pada Maret 2025. Kampanye tersebut memanfaatkan celah keamanan zero-day di Google Chrome untuk menyusup ke organisasi di sektor media, pemerintahan, pendidikan, dan keuangan.

Penyerang disebut menggunakan email phishing yang dipersonalisasi untuk memperoleh akses awal ke sistem korban. Setelah berhasil masuk, mereka menyebarkan spyware seperti LeetAgent dan Dante guna memantau sistem dan mengambil data dalam jangka panjang.

Kaspersky menilai meningkatnya penggunaan spyware menunjukkan ancaman siber kini semakin terarah dan sulit dideteksi. Dalam situasi tersebut, perusahaan disarankan memperbarui perangkat lunak secara rutin, membatasi akses jarak jauh, hingga menggunakan sistem keamanan berbasis intelijen ancaman untuk mengurangi risiko kebocoran data.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore