
Awak dapur yang memasak MBG dipantau kamera pengawas. (Istimewa)
JawaPos.com - Bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) bisa memastikan makanan anak-anak tetap sehat dan aman? Jawabannya kini bisa dilihat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi AI untuk mengawal MBG dijalankan oleh Grab dan OVO di Tangerang Raya. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.100 siswa dan 200 guru di 11 Sekolah Khusus, menggandeng 8 UMKM lokal sebagai penyedia makanan bergizi.
Tapi yang membuatnya berbeda adalah kehadiran Command Center MBG, sebuah pusat kendali berbasis teknologi yang memungkinkan pengawasan real-time atas kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
Di balik layar, dapur para mitra UMKM tidak lagi hanya mengandalkan cek manual. Mereka kini dibantu CCTV cerdas berbasis AI, yang secara otomatis mendeteksi apakah staf dapur menggunakan masker, celemek, dan penutup kepala sesuai standar.
Bahkan sistem ini bisa mengidentifikasi jika ada hama seperti kecoa atau tikus, hingga memverifikasi apakah proses penyerahan makanan ke mitra pengemudi sudah dilakukan dengan higienis.
Semua pengawasan dilakukan hanya selama jam persiapan makanan, dan penggunaannya tetap diawasi serta tunduk pada persetujuan UMKM. Data visual yang dikumpulkan dianalisis oleh sistem AI dan diverifikasi manual oleh tim pengawas untuk menjaga akurasi dan akuntabilitas.
Selain kamera pintar, Command Center MBG juga dilengkapi dashboard digital terpadu. Melalui dashboard ini, seluruh data laporan dari UMKM dan sekolah langsung masuk ke satu sistem terpusat. Artinya, bila ada masalah di salah satu titik, tim bisa segera menindaklanjuti tanpa harus menunggu laporan manual.
Terdapat pula sistem tindak lanjut insiden lima tahap: mulai dari deteksi pelanggaran oleh AI, verifikasi oleh tim, pelaporan, tindakan korektif, hingga evaluasi SOP. Jika pelanggaran berulang, tim akan turun tangan langsung dan melakukan pelatihan tambahan.
Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, menegaskan bahwa MBG bukan hanya program sosial biasa. "Kami ingin memastikan bahwa anak-anak sekolah, terutama mereka yang berkebutuhan khusus, bisa mendapatkan makanan yang layak dan aman setiap hari. Teknologi kami kembangkan sendiri untuk menjawab tantangan itu," ujar Neneng belum lama ini.
Sementara itu, pihak Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), mitra pelaksana program, menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menilai teknologi yang digunakan bisa menjadi model percontohan nasional untuk program bantuan pangan yang lebih transparan dan bertanggung jawab.
Program MBG ini juga didukung oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Para UMKM tidak hanya berperan sebagai penyedia makanan, tapi juga mendapat pelatihan gizi dan sanitasi agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
"Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya memberi makan, tapi juga membangun kapasitas UMKM lokal untuk tumbuh dalam ekosistem yang lebih sehat dan profesional," jelas Radhi Juniantino dari Grab Support Indonesia.
Meski masih dalam tahap awal, Command Center MBG menunjukkan bagaimana integrasi teknologi dan niat baik bisa membawa perubahan besar. AI tidak hanya menjadi alat pemantau, tetapi juga jembatan antara kepedulian sosial dan efisiensi operasional.
Diharapkan, dengan pendekatan berbasis teknologi dan komitmen pada kualitas, MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menanamkan harapan pada generasi masa depan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
