Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 01.20 WIB

Mengapa Susunan Keyboard QWERTY? Begini Penjelasannya

ILUSTRASY Keyboard pada laptop. (Pixabay)

JawaPos.com - Susunan QWERTY menjadi tata letak tombol pada keyboard yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Nama "QWERTY" berasal dari enam huruf pertama pada baris atas tombol alfabet di keyboard.

Meskipun keyboard QWERTY tetap menjadi standar global, ada beberapa kritik terhadap tata letak ini. Salah satu kritik utama adalah efisiensi mengetik yang dianggap kurang optimal. 

Beberapa peneliti menyebut bahwa tata letak keyboard QWERTY tidak dirancang untuk memaksimalkan kenyamanan dan kecepatan mengetik, melainkan untuk mengatasi keterbatasan teknologi mesin tik pada masanya.

Oleh karena itu, muncul tata letak alternatif seperti “Dvorak Simplified Keyboard dan Colemak”, yang diklaim lebih ergonomis dan efisien.

Namun, transisi dari QWERTY ke tata letak lain tidak mudah karena banyak orang sudah terbiasa dengan QWERTY, dan hampir semua perangkat elektronik modern menggunakan tata letak ini.

Selain itu, pelatihan mengetik, perangkat lunak, dan buku panduan sebagian besar dirancang berdasarkan QWERTY, sehingga mengubah standar akan memerlukan biaya dan waktu yang besar.

Susunan keyboard QWERTY dirancang untuk mengatasi keterbatasan mesin tik mekanis pada abad ke-19. Berikut penjelasannya.

Sejarah Awal QWERTY

Dikutip dari laman Microsoft, Susunan QWERTY diciptakan oleh Christopher Latham Sholes pada tahun 1870-an, saat ia mengembangkan mesin tik pertama yang diproduksi secara massal. Pada mesin tik awal, jika dua tombol yang berdekatan ditekan secara cepat dan bersamaan, batang hurufnya sering macet.

Untuk mengatasi ini, Sholes menyusun huruf-huruf yang sering digunakan secara bersamaan agar berjauhan di keyboard, sehingga mengurangi kemungkinan macet.

Optimasi untuk Bahasa Inggris

Huruf yang sering digunakan dalam bahasa Inggris, seperti "E," "T," "A," dan "O," ditempatkan di lokasi yang agak tersebar untuk menghindari macet pada mesin tik. Susunan ini bertujuan untuk memperlambat sedikit kecepatan mengetik, sehingga memungkinkan mekanisme mesin tik bekerja lebih lancar.

Penerimaan dan Standarisasi

Meskipun saat ini tidak ada lagi masalah macet pada keyboard modern, susunan QWERTY tetap dipertahankan karena sudah digunakan secara luas dan banyak orang terbiasa dengannya. Akhirnya, QWERTY menjadi standar internasional, meskipun ada alternatif lain seperti Dvorak dan Colemak yang dirancang untuk efisiensi mengetik yang lebih tinggi. Dengan kata lain, susunan QWERTY adalah kompromi antara efisiensi dan kebutuhan teknis pada zamannya, yang kemudian menjadi standar global hingga sekarang.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore