Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 November 2022 | 21.45 WIB

Simak Tips Supaya Motor Nggak Sampai Turun Mesin

Ilustrasi: Turun mesin, salah satu hal yang paling ditakuti pemilik kendaraan bermotor. (Cycle Dynamics). - Image

Ilustrasi: Turun mesin, salah satu hal yang paling ditakuti pemilik kendaraan bermotor. (Cycle Dynamics).

JawaPos.com - Turun mesin pada motor artinya pembongkaran mesin karena komponen di dalamnya terjadi kerusakan dan menyebabkan performa kendaraan menurun atau bahkan mogok. Motor turun mesin sendiri bisa terjadi karena ada masalah pada mekanisme perputaran mesin. Penyebabnya adalah tidak melakukan perawatan berkala secara rutin.

Tanda-tanda motor harus turun mesin adalah motor hilang tenaga disertai suara mesin yang kasar, knalpot keluar asap putih pekat terus menerus, bahkan motor mogok dan sulit dinyalakan kembali. Untuk mencegah hal ini, Main Dealer Yamaha PT. Thamrin Brothers (Sumatera Selatan – Bengkulu) memberikan tips mencegah agar motor tidak turun mesin

Pertama, yang wajib dilakukan adalah rutin melakukan penggantian pelumas atau oli pada mesin. Oli sangat vital bagi sepeda motor, karena memiliki fungsi penting yaitu mendinginkan suhu mesin, mengurangi gesekan atau friksi antar komponen di dalam mesin sepeda motor, dan melapisi komponen agar tidak korosi.

Jika penggantian oli motor tidak sesuai dengan yang ditentukan oleh pabrikan, maka bisa menyebabkan fungsi oli tidak maksimal. Untuk itu, direkomendasikan untuk mengganti oli maksimal 3.000 km atau tiga bulan pemakaian.

Pabrikan sudah mendesain spesifikasi mesin agar komponen mesin tahan lama. Oleh karenanya, perubahan spesifikasi mesin atau modifisasi sudah pasti akan mengurangi umur komponen di dalam mesin.

Modifikasi merupakan hal yang sering dilakukan oleh semua pencinta motor dari yang standar sampai modifikasi ekstrem. Namun perlu diketahui, modifikasi dapat menghilangkan garansi resmi sepeda motor, karena modifikasi bisa menyebabkan umur komponen pada mesin pendek sehingga menyebabkan kemungkinan turun mesin menjadi lebih besar.

Kemudian juga perhatikan pola pemakaian dan liat situasi dan cuaca. Misalnya, saat ini curah hujan cukup tinggi, yang mengakibatkan cukup rawannya genangan air yang ada di jalan yang sering dilewati.

Jika bertemu genangan air yang cukup tinggi saat berkendara, disarankan untuk mencari jalan alternatif. Jika tidak ada jalan lain dan harus melewati genangan tersebut, disarankan untuk mematikan motor dan lewati genangan air dengan cara mendorong motor serta pastikan saluran udara bersih dari air saat akan menyalakan kembali.

Hal tersebut karena pada saat melewati genangan air yang tinggi dengan kondisi mesin menyala, membutuhkan udara untuk pembakaran dan masalahnya jika motor tersebut melewati genangan air yang sejajar atau melewati filter udara maka mesin akan menghisap udara sekaligus air.

Dan jika air masuk sampai ruang bakar maka akan menyebabkan water hammer akibatnya piston rusak dan setang piston bengkok, sehingga turun mesin tidak dapat dihindari.

Terakhir, selain melakukan perawatan yang sudah dijelaskan di atas, disarankan untuk rutin service secara berkala di bengkel resmi. Dengan service di bengkel resmi, dapat mengetahui mengenai kualitas serta garansi yang diperoleh.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore