Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Juni 2022 | 02.19 WIB

Sang Maestro Vokal Doddy Katamsi Menapaki Usia 55 Tahun

legenda: Doddy Katamsi (dua dari kanan) bersama rekan-rekannya pada 1989. (Dok. Deddy Katamsi untuk Jawa Pos) - Image

legenda: Doddy Katamsi (dua dari kanan) bersama rekan-rekannya pada 1989. (Dok. Deddy Katamsi untuk Jawa Pos)

DI dunia industri musik tanah air, nama Doddy Katamsi sudah melegenda. Penyanyi dengan suara ngerock itu jadi guru bagi banyak penyanyi papan atas. Sebut saja Bams Samsons, Ari Lasso, Once Mekel, hingga Ariel Noah. Di ajang pencarian bakat Indonesian Idol dan X Factor, dia berperan sebagai vocal coach. Muridnya, antara lain, Mike Mohede, Firman Siagian, Judika, Mikha Angelo, dan seangkatan mereka. Meski namanya tak sementereng dulu, Doddy masih aktif di dunia tarik suara, masih dengan suara kerasnya dan rambut gondrong ikalnya. Dia aktif mengelola Bengkel Vocal Dokat dan membentuk grup band metal Lawang Pitu.

---

Kondisi kesehatan pria yang baru saja berusia 55 tahun pada Jumat (10/6) lalu itu diketahui sempat menurun pada akhir Mei lalu. Putra aktor Amoroso Katamsi (pemeran Soeharto pada film Pengkhianatan G30S/PKI) tersebut sempat menjalani perawatan di RS Jantung Diagram Siloam Cinere. Dia mengalami kebocoran klep jantung. Kepada Jawa Pos, mantan vokalis band Elpamas itu bertutur mengenai kondisinya saat ini.

Hai Om Doddy, selamat ulang tahun yang ke-55 ya Om.

Terima kasih ucapannya.

Kabarnya Om sempat dirawat di rumah sakit akhir Mei lalu?

Alhamdulillah, bengkak di perut dan kaki mulai membaik. Sekarang juga sudah di rumah di Ragunan, Jakarta Selatan. Tapi, memang fungsi jantung saya sekarang tinggal 29 persen karena mengalami kebocoran. Tapi sedang ditangani, on progress. Saya sudah manggung lagi kok di Kemang, Jumat (3/6).

Apa harapan Om yang belum terwujud di usia yang lebih setengah abad ini?

Ya, saya pengen bikin konser tunggal bersama murid-murid.

Bisa sepanggung bareng Ariel Noah dan penyanyi papan atas lainnya yang sempat jadi murid Om?

Iya, berharap banget. Kalau dulu tuh ada Pavarotti and Friends. Jadi, yang manggung tuh vokalis-vokalis top sama dia semua. Kan seru ya kalau bisa begitu, asyik banget.

Sejauh ini, sudah ada komunikasi belum dengan mereka?

Udah cuma kehalang Covid-19, bikin susah untuk bikin konser gede gitu. Jadi, ya sabar-sabar saja.

Om Doddy dikenal sebagai pelatih vokal penyanyi papan atas, sebenarnya memulai jadi pelatih vokal itu sejak kapan?

Pas zaman kuliah, cuma waktu itu belum serius. Bams Samsons murid pertamaku waktu ngeluarin album pertama dan meledak. Kebetulan kan suara dia memang bagus. Dari situ mulai banyak muridku, akhirnya jadi seriusin sampai ngajar di Indonesian Idol. Semakin banyak lagi yang ikut belajar. Bahkan, ada Ari Lasso, Once, Nicky Astria, Tantri Kotak, Ariel Noah, dan masih banyak lainnya. Alhamdulillah karena yang belajar orang ngetop, itu membantu namaku semakin dikenal sebagai guru vokal.

Apa sih Om suka dukanya jadi pelatih vokal penyanyi terkenal?

Senang karena jadi tantangan. Mereka sudah ketahuan keren-keren dan banyak fansnya. Jadi memacu saya untuk lebih keren lagi. Maksudnya, secara ilmu vokal ya. Jangan sampai murid lebih jago daripada gurunya. Jadi, akhirnya kan terasah.

Caranya gimana tuh Om supaya nggak terkalahkan?

Aku tuh orangnya tetap update dengan zaman. Sebab, aku sadar nggak cuma lagu-lagu atau tren yang berubah, cara bernyanyi pun ikut berubah. Teknik bernyanyi tuh juga ada era-eranya.

Di samping itu, anak-anak didik Om lebih dikenal ketimbang Om sendiri. Apa tidak jadi masalah?

Itu hal yang biasa aja. Memang guru kan seperti itu. Buat aku, itu beda jalur antara guru dan pelaku yang berkarier. Nggak bisa dibandingkan. Kalau bangga, ya iya dong jelas bisa terlibat di balik kesuksesan mereka. Tapi, yang kayak gitu kan nggak perlu diomongin juga. Kalau muridnya sukses, ya alhamdulillah. Nggak perlu gembar-gembor kayak ’eh itu dulu gue loh yang ngajar’. Hahaha.

Selain masih menjadi pelatih vokal, Om Doddy punya grup band metal Lawang Pitu ya?

Iya. Tapi, visi dan misi kami membentuk band ini berbeda dengan ABG (anak baru gede). Bukan karena ingin masuk TV, lalu ngetop dan lainnya. Kami sudah nggak seperti itu berpikirnya. Lawang Pitu dibuat karena murni ingin ngeband, berkarya. Nggak memusingkan albumnya laku atau nggak. Laku syukur, nggak ya bodo amat.

Tapi, selain itu, ini jadi salah satu trik menjaga eksistensi di industri musik?

Ya salah satunya. Menunjukkan bahwa ini loh Doddy Katamsi tuh masih ada.

Gimana sih Om dulu cerita kali pertama tertarik dengan musik rock?

Dari waktu masih kelas 2 SMP di Jogjakarta. Karena dulu teman-teman di SMPN 8 Jogjakarta itu dengerin musik-musik rock semua. Nah, ketika pindah ke Jakarta pas kelas 1 SMA sempat hilang karena teman-teman dengerin musik jazz semua. Setahun berikutnya, baru ketemu lagi sama anak-anak yang ngeband-nya musik rock. Jadi, ada sekitar dua tahun ngerock tuh hilang.

Memangnya siapa sih idola musik rock Om Doddy?

Led Zeppelin dan Janis Joplin. Tapi tuh dulu yang bikin aku suka musik rock gara-gara dengerin lagu-lagu Led Zeppelin. Menurutku, dia tuh nyanyinya unik dan berbeda sama grup band rock lain yang ada.

Lalu, sejak kapan Om Doddy meniti karier dan fokus di genre musik rock?

Kebetulan lulus SMA 1987, ditarik Elpamas menggantikan vokalis pertama. Dan langsung rekaman buat album kedua gantiin vokalis pertama. Jadi, alhamdulillah 19 tahun udah rekaman, keliling-keliling tur. Makanya, kuliah berantakan.

Apa alasan Om Doddy waktu itu hengkang dari Elpamas?

Karena dinamika hidup dan dinamika kerjanya yang semakin lama berbeda. Jadi aku ke mana, teman-teman arahnya ke mana. Nggak nyambung secara waktu dan lainnya. Etos kerjanya lagi berantakan. Aku sempat keluar masuk memang waktu itu sampai sekarang nggak jadi bagian dari Elpamas lagi.

Sampai sekarang masih menjalin komunikasi baik dengan para personel serta tim manajemen Elpamas?

Masih, gimana pun kami tetap berteman. Sampai sekarang masih dan tetap baik. Sering ketemu dan manggung bareng juga di acara-acara walaupun sudah nggak satu grup lagi.

TRIVIA DODDY KATAMSI

- Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat sejak mengidap sakit jantung.

- Memprioritaskan waktu istirahat atau tidur yang cukup.

- Makan kencur mentah jika merasa tidak beres dengan suaranya. Kadang dicocol garam.

- Dibayar dua kali lipat oleh orang tua Bams saat menjadi guru vokal Bams.

- Pernah mencoba peruntungan buka coffee shop Rumah Kopi Dokat di Limo, Cinere. Namun, hanya berjalan dua tahun.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore