
Pengamat pendidikan tinggi Totok Amin Soefijanto
RENCANA pemerintah menempatkan rektor asing di perguruan tinggi negeri (PTN) bisa jadi membawa terobosan positif. Mulai mengerek peringkat, publikasi, kualitas, hingga branding kampus negeri tanah air berkelas dunia. Tapi, memang dibutuhkan penyesuaian agar akademisi luar negeri itu mampu menunjukkan kerja nyata seperti target Kemenristekdikti. Berikut obrolan wartawan Jawa Pos Agas Putra Hartanto dengan pengamat pendidikan tinggi Totok Amin Soefijanto kemarin (6/8).
---
Apakah menurut Anda rencana program rektor asing tepat?
Tepat, tapi dengan penyesuaian kondisi. Salah satunya dengan merampingkan struktur organisasi birokrasi. Agar rektor asing mampu bekerja dengan baik. Di Indonesia struktur organisasi PTN umumnya terdiri atas majelis wali amanat (MWA), senat akademik, dan dewan guru besar. Dalam membuat kebijakan, rektor harus mendapat persetujuan dari tiga unsur itu. Ribet memang. Dan mengandung unsur politis.
Berarti harus mengubah statuta universitas?
Statuta bukan kitab suci yang tidak bisa diubah. Ketentuan rektor harus warga negara Indonesia (WNI), pegawai negeri sipil (PNS), dan sebagainya itu akan merepotkan dan menghambat. Sistem birokrasi kampus harus lebih simpel dan profesional. Nah, yang terjadi di Indonesia, rektor ini jabatan politis. Padahal seharusnya (posisi dan kerja mereka, Red) profesional.
Apa kompetensi yang harus dimiliki seorang rektor agar membawa PTN tanah air mampu bersaing di tingkat global?
Ada enam. Secara akademik excellent, kemampuan sebagai manajer yang baik, leadership, pengumpul dana, memiliki jejaring yang kuat dengan komunitas peneliti maupun kampus internasional, dan marketing.
Apakah selama ini rektor PTN di Indonesia tidak seperti itu?
Selama ini jabatan rektor hanya dianggap sebagai jenjang karir. Akademisi Indonesia yang pintar di bidang tertentu banyak. Tetapi, apakah itu (sudah) cukup? Tentu tidak. Rektor harus memiliki jejaring yang luas, kemampuan marketing yang mumpuni, dan manajerial yang baik.
Ingat, kampus adalah sebuah institusi. Jadi harus berpikir bagaimana membawa branding PTN ini dikenal negara luar. Ingat, menaikkan peringkat tidak hanya ditentukan publikasi jurnal internasional. Banyak faktor lain yang menjadi penentu. Dan itu seharusnya menjadi pekerjaan yang dituntaskan rektor.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
