Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. (Dok. UI)
Oleh Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, (Rektor Universitas Indonesia, Anggota Amirul Hajj 1447 H/2026 M)
Sebagai anggota Amirul Hajj pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, saya menjadi saksi langsung atas sebuah torehan sejarah: suksesnya debut perdana Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia sekaligus Amirul Hajj, Dr Mochamad Irfan Yusuf yang senantiasa mengedepankan keteladanan dan integritas, seluruh elemen penyelenggara menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Etos kerja yang responsif, simpatik, dan solutif tercermin dengan sangat jelas dalam setiap gerak langkah para petugas haji di lapangan.
Evaluasi kami menunjukkan bahwa berbagai parameter kinerja yang krusial mulai dari layanan kesehatan, logistik, transportasi, hingga pemondokan berjalan dengan sangat baik dan mengalami peningkatan kualitas yang jauh lebih terukur dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Penyederhanaan tata kelola layanan di Arab Saudi melalui sistem syarikah, penguatan pemeriksaan kesehatan berbasis istitha’ah sejak di Tanah Air, hingga ketepatan jadwal dan kenyamanan akomodasi, membuat jemaah merasakan pelayanan yang jauh lebih tertata. Capaian ini patut kita syukuri sekaligus kita apresiasi setinggi-tingginya.
Namun, kesuksesan operasional ini harus menjadi batu loncatan untuk mewujudkan visi yang lebih besar ke depan. Visi pengelolaan haji dan umrah kita tidak boleh lagi sekadar puas dengan peran sebagai event organizer yang memfasilitasi keberangkatan dan kepulangan jemaah. Kita harus mulai menata ekosistem bisnis dan tata niaga yang mampu memastikan bahwa perputaran dana raksasa ini memberikan dampak ekonomi yang kembali mengalir ke Tanah Air.
Secara hitungan bisnis, ini adalah sektor yang menjanjikan keuntungan pasti. Indonesia memiliki captive market yang luar biasa solid: kuota haji yang pada 2026 mencapai 221 ribu jemaah, ditambah lebih dari dua juta jemaah umrah setiap tahunnya. Permintaan sebesar ini berulang, terukur, dan loyal sebuah fondasi pasar yang jarang dimiliki sektor lain mana pun.
Untuk menangkap peluang tersebut, Indonesia perlu segera melakukan investasi strategis dan masif di sektor-sektor hulu hingga hilir. Investasi pada fasilitas kesehatan, transportasi terintegrasi, perhotelan, hingga penyediaan dapur fresh meal dan Ready to Eat (RTE) beserta seluruh ekosistemnya adalah sebuah keharusan.
Penguasaan ekosistem penunjang ini pada akhirnya tidak hanya berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memberikan kita kendali penuh (control) untuk melakukan problem solving yang cepat dan tepat di lapangan, tanpa harus bergantung secara pasif pada penyedia jasa eksternal.
Sebagai pemimpin institusi akademik, saya meyakini transformasi ini menuntut perencanaan berbasis data, riset, dan penyiapan sumber daya manusia yang andal ruang kontribusi yang siap diisi oleh perguruan tinggi. Sukses debut Kemenhaj 2026 telah membuktikan bahwa kita mampu melayani dengan paripurna. Kini saatnya keberhasilan itu kita jadikan fondasi bagi ekosistem haji yang lebih mandiri dan berdampak nyata bagi bangsa. (arm)
*) Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, (Rektor Universitas Indonesia, Anggota Amirul Hajj 1447 H/2026 M)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
