Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2024 | 16.36 WIB

Mengenang Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2024: ”Jaket” Bung Karno, Jejak Tapak Perjuangan Sang Proklamator

Ng. TIRTO ADI MP

TAHUN lalu, tepatnya 20 Juni 2023, Pemkot Blitar bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unesa (Universitas Negeri Surabaya) mengukir sejarah baru. Pada bulan Juni (bulan Bung Karno), Pemkot Blitar menggelar sarasehan dan mendeklarasikan Jaket (Jaringan Kota/Kabupaten Tapak Sejarah) Bung Karno di Balai Kusumo Wicitro dan Istana Gebang, Kota Blitar.

Hadir Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi, perwakilan akademisi perguruan tinggi, bupati/wali kota, serta 22 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kabupaten/kota terkait yang masuk dalam lingkar tapak Jaket Bung Karno.

Secara historis, Ir Soekarno (yang akrab dengan sapaan Bung Karno) sejak lahir hingga menjadi presiden sampai pada era mempertahankan kemerdekaan tercatat telah menapakkan catatan sejarah, setidaknya di 22 kota/kabupaten di wilayah Nusantara. Mulai Surabaya sebagai kota kelahiran Bung Karno (Jalan Pandean IV/40, Paneleh, Surabaya) sampai Kota Blitar sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Bung Karno kecil dengan nama Kusno Sosrodiharjo adalah putra kedua pasangan R Soekeni Sosrodihardjo dan Nyoman Rai Srimben.

Di antara Jaket Bung Karno itu, tercatat Kabupaten Sidoarjo sebagai tempat Bung Karno menjalani masa SD, Sekolah Ongko Loro. Sekolah Kelas Dua (Tweede Inlandsche School/TIS) merupakan Sekolah Rakyat atau sekolah dasar dengan masa pendidikan tiga tahun. TIS sekarang berubah menjadi SD Negeri Pucang 2, Kecamatan Sidoarjo.

Kota Blitar, tepatnya Istana Gebang, merupakan tempat tinggal Bung Karno saat remaja bersama kedua orang tua sekitar 1917 dan terus dikunjungi sampai masa perjuangan kemerdekaan. Sementara di Kabupaten Blitar, Bung Karno berkunjung ke sahabat dan kerabat seperjuangannya seperti Sukarni, Supriyadi, dan kawan-kawan.

Pada 1933, saat memimpin Partai Indonesia (Partindo), Bung Karno ditangkap pemerintahan Hindia Belanda, kemudian diasingkan ke Ende di Pulau Flores, NTT, selama 1934–1938. Di bawah pohon sukun, dekat rumah pengasingan di Ende itulah, Bung Karno menggagas falsafah hidup bangsa, yakni Pancasila.

Deklarasi Istana Gebang Blitar

Istana Gebang merupakan tempat bersejarah. Berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Rumah Gebang menjadi rumah induk bagi keluarga besar Soekarno. Pada 5 Juli 1917, ayah Soekarno pindah ke Blitar, menghabiskan masa tuanya di kota tersebut. Ketika di Blitar, mereka tinggal di rumah yang dibelikan R Poegoeh dan dibangun pada 1914.

Pada 1917, R Soekemi membeli rumah itu. Orang tua Soekarno berharap Soekarno bisa menyelesaikan sekolahnya di HBS Surabaya. Terus melanjutkan ke Sekolah Tinggi Teknik di Bandung (sekarang ITB) sampai lulus pada 1926.

Ketika di Blitar, orang tua Soekarno tinggal di Jalan Sultan Agung, daerah Gebang. Sewaktu terjadi pergolakan transisi, Soekarno kerap berkunjung ke Blitar untuk menemui orang tuanya. Juga meminta nasihat tentang pandangan politik. Peran sang ayah sangatlah besar bagi semangat juang Soekarno. Dukungan dan spirit dari sang ayah juga ditunjukkan dengan seringnya sang ayah mengunjungi Soekarno di Jakarta.

Pada kegiatan Jaket Bung Karno itu, ada dua kegiatan utama, yakni sarasehan dan Deklarasi Istana Gebang. Setelah sarasehan usai, dibentuk pula kepengurusan Jaket Bung Karno periode 2023–2028 serta pembacaan Deklarasi Istana Gebang Blitar. Deklarasi dibacakan Wali Kota Surabaya (saat itu) Eri Cahyadi (sebagai penghormatan bahwa Bung Karno lahir di Surabaya).

Peran Serta Pemda

Untuk mewujudkan Deklarasi Istana Gebang Blitar, peran serta nyata dan komitmen pemda (provinsi dan kota/kabupaten), terutama dari 22 kota/kabupaten, sangat diperlukan. Dukungan itu bisa berupa, antara lain, pertama, kota/kabupaten setempat bertugas menggali sejarah saat Bung Karno menapakkan jejaknya dulu. Terutama ketika sejarah itu belum ternarasikan secara utuh-komprehensif dengan memanfaatkan sejarawan lokal maupun kalangan perguruan tinggi.

Kedua, kota/kabupaten berkewajiban menyosialisasikan, merawat, serta melestarikan sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore