Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Agustus 2024 | 16.19 WIB

Kolonialisme Istana Presiden

RACHMAD K. DWI SUSILO - Image

RACHMAD K. DWI SUSILO

Ketiga, posisi rakyat sebagai mitra. Rakyat tidak dalam relasi eksploitatif penjajah-terjajah atau subordinat sebagai objek yang dibodohi hanya melanggengkan ambisi kepentingan segelintir elite rakus. Keempat, keberpihakan negara kepada kelompok-kelompok termarginalkan.

Prinsip-prinsip di atas sangat penting untuk ’’membersihkan” sisa kolonialisme pada praktik sosial dan politik hari ini. Jauh lebih penting daripada sekadar komentar pragmatis tentang bangunan istana presiden sebagai benda tidak hidup. Mengingatkan kolonialisme penting, terlebih menuju pelantikan presiden baru, 20 Oktober 2024, yang tidak lama dari momen ulang tahun bangsa Indonesia besok. Semoga. (*)


*) RACHMAD K. DWI SUSILO, Sekretaris Prodi Magister dan Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore