
RACHMAD K. DWI SUSILO
Ketiga, posisi rakyat sebagai mitra. Rakyat tidak dalam relasi eksploitatif penjajah-terjajah atau subordinat sebagai objek yang dibodohi hanya melanggengkan ambisi kepentingan segelintir elite rakus. Keempat, keberpihakan negara kepada kelompok-kelompok termarginalkan.
Prinsip-prinsip di atas sangat penting untuk ’’membersihkan” sisa kolonialisme pada praktik sosial dan politik hari ini. Jauh lebih penting daripada sekadar komentar pragmatis tentang bangunan istana presiden sebagai benda tidak hidup. Mengingatkan kolonialisme penting, terlebih menuju pelantikan presiden baru, 20 Oktober 2024, yang tidak lama dari momen ulang tahun bangsa Indonesia besok. Semoga. (*)
*) RACHMAD K. DWI SUSILO, Sekretaris Prodi Magister dan Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
