Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Februari 2024 | 17.05 WIB

Makan Gratis tanpa Berpikir Kritis

Demokrasi tidak dihasilkan dari ”makan gratis”. Demokrasi juga tidak dibangun melalui subsidi makan siang gratis, tapi menebar ketakutan dengan alasan ketertiban. Pengalaman Orde Baru menunjukkan dengan gamblang bahwa pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik tidak serta-merta menjadi tolok ukur demokratisasi. Sebaliknya, menarik rezim Soeharto ke kubang otoritarianisme.

Selain Orde Baru, kisah roti dan sirkus di Romawi Kuno perlu jadi refleksi. Persis di tengah kelangkaan pangan dan surplusnya pencitraan elite politik. Agar bisa patuh, rakyat tidak selalu diberi makan, tapi juga ruang partisipasi politik dan kebebasan. Perut yang kenyang tidak serta-merta membuat orang jadi tertib. Jika cita rasa makanan memang tak enak, protes mungkin saja bisa muncul dari sana. (*)


*) ARDIMAN KELIHU, Peneliti di Research Center for Politics and Government (Polgov) Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore