
HORMATI PERBEDAAN: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal di kantor Kemenag, Jakarta, tadi malam (20/4).
Oleh YAQUT CHOLIL QOUMAS, Menteri Agama
---
UMAT Islam akan mengakhiri ibadah puasa Ramadan dan bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023 M. Ada sesuatu yang hilang saat berpisah dengan bulan puasa, tetapi bukan tidak bahagia saat Lebaran tiba.
Atmosfer Ramadan betul-betul ajaib. Ia sanggup menjadikan seseorang saleh ritual-sosial begitu sempurna. Kita begitu ringan melakukan berbagai kebaikan. Manisnya beribadah di bulan suci ini begitu terasa.
Rasanya baru kemarin umat Islam menyambut Ramadan. Rasanya belum banyak amal saleh yang kita kerjakan, tetapi tiba-tiba kita segera meninggalkannya. Kesedihan ini makin terasa kalau-kalau kita tidak berjumpa dengan bulan penuh berkah ini pada tahun depan. Setelah selama sebulan menjalani ibadah puasa, saatnya umat Islam meraih kemenangan di hari raya.
Secara etimologis, Idul Fitri bermakna kembali pada kesucian. Jika puasa kita efektif dan makbul, Ramadan menjadi tempat pembakaran nafsu hewani manusia. Ramadan menjadi bulan penyuci jiwa dari kotoran hati yang menjauhkan manusia dari kemanusiaannya. Sebagai manusia, manusia sudah seharusnya bertindak layaknya manusia dan memanusiakan manusia lainnya.
Melalui ritual puasa, manusia dilatih mengasah ketajaman batinnya untuk berempati kepada yang papa dan merasakan penderitaan haus-lapar secara langsung. Amalan berbagi seperti zakat, infak, sedekah, atau menyediakan berbuka bagi yang berpuasa merupakan ibadah insaniyyah-ijtimaiyyah yang manjur untuk mewujudkan kemanusiaan sejati.
Rasanya, jika kita mampu berpuasa sebulan penuh, mengisi Ramadan dengan salat Tarawih, tadarus, zakat, infak, dan sedekah seraya menjaga agar pahala Ramadan kita tidak sia-sia atau berkurang, patut kita merayakan Lebaran. Jika puasa ibarat perang melawan hawa nafsu, Idul Fitri merupakan selebrasi kemenangan umat Islam.
Kekuatan Silaturahmi
Idul Fitri menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa. Memperbanyak membaca takbir, tahmid, dan tahlil pada malam 1 Syawal serta diakhiri dengan salat Id merupakan syariat Idul Fitri. Sebelum salat Id dilaksanakan, umat Islam jangan lupa membayar zakat untuk menyucikan diri (zakat fitrah) dan harta kita (zakat mal). Zakat yang terakhir dapat dilakukan kapan saja tanpa menunggu momen Lebaran.
Yang sering kita lupa, bergembira saat Idul Fitri juga bagian dari anjuran syariat Islam. Karena itulah, Idul Fitri disebut hari raya. Nabi melarang umatnya bersedih pada hari itu. Zakat fitrah menjadi medium intervensi Islam agar umat tidak bersedih saat Lebaran.
Mereka layak bergembira setelah sukses berpuasa selama sebulan dan dijanjikan oleh Allah SWT akan diampuni semua dosanya (isyhadu anni qad gafartu lahum). Ampunan dari Allah SWT ini tentu patut disyukuri dan dirayakan.
Di luar ritual syariat di atas, masyarakat juga mengkreasi ritus sosial yang mengiringi Idul Fitri. Istilah yang digunakan berbeda-beda, tetapi merujuk ikhtiar menyambung tali silaturahmi dan saling memaafkan dengan jaringan sosialnya. Lebaran, halalbihalal (HBH), unjung (berkunjung) atau badan (dari kata bakda pasa, lalu disingkat jadi bada), open house, dan istilah lainnya merupakan kreasi untuk memaknai Idul Fitri lebih inklusif. Pertemuan itu berlangsung lintas agama dan keyakinan. Belum lagi acara Syawalan yang isinya melulu hiburan dan keramaian rakyat.
Merawat Kerukunan
Paling tidak, mudik memiliki dua makna. Secara spiritual-filosofis, mudik berkaitan dengan pertanyaan tentang sangkan paraning dumadi. Dari mana manusia berasal, untuk apa manusia hidup, dan ke mana ia akan kembali. Sejauh-jauhnya seorang pergi, ia pasti akan kembali. Tuhan merupakan tempat kembalinya seluruh alam semesta. Keluarga menjadi tempat teduh setelah lelah bepergian.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
