
A.S. Laksana
”Ya,” kata saya. ”Saya akan berusaha menonton sebanyak yang saya bisa.”
Dari Afrizal saya tahu itu festival teater tertua di Asia Tenggara, sudah berumur 43 tahun.
Sialan, setelah pembicaraan itu, saya jadi merindukan lagi datang ke pementasan-pementasan teater. Tetapi, saya menikmati kerinduan semacam itu.
Pernah suatu masa saya menganggap teater sangat penting sehingga tak ingin melewatkan setiap pementasan. Asalkan saya punya waktu. Saya menganggapnya sangat penting karena teater adalah ruang budaya di mana sebuah masyarakat memeriksa dirinya sendiri.
Ia cermin bagi wajah peradaban kita dan laboratorium di mana kita dapat mempelajari masalah-masalah yang kita hadapi di tengah masyarakat. Sebagai sebuah metafora bagi kehidupan yang kita jalani, teater memberi kita kesempatan untuk mempertanyakan diri sendiri, mempertanyakan kehidupan bersama, dan mempelajari masalah yang kita hadapi serta memecahkannya.
Anda tahu, di muka bumi ini hanya manusia satu-satunya spesies yang memproduksi teater. Marmut tidak berteater. Demikian juga domba, unggas, dan ikan-ikan di lautan. Saya pikir memahami teater akan membantu kita memahami apa artinya menjadi manusia.
Terlebih-lebih dalam situasi sekarang. Teater menjadi sangat penting justru ketika dunia memasuki era digital yang segala sesuatunya berubah demikian cepat. Pementasan teater, dengan tubuh manusia dan bahasa sebagai perangkat utama (dalam beberapa kasus bahasa bahkan tidak diperlukan), mengingatkan kita bahwa ada tubuh manusia di tengah arus digitalisasi, di tengah setiap gerak yang tergesa-gesa. (*)
Akun Twitter: @aslaksana

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
