Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Februari 2026 | 04.37 WIB

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Politik

Endang Tirtana. (Dok. Pribadi) - Image

Endang Tirtana. (Dok. Pribadi)

Dengan demikian, taklimat Presiden Prabowo dapat dibaca sebagai upaya membangun konsolidasi politik yang berorientasi pada tujuan, bukan pada pemusatan kendali kekuasaan. Karena, lompatan pembangunan yang diharapkan sulit diwujudkan dari satu kebijakan tunggal atau satu level pemerintahan. Dibutuhkan kesadaran kolektif oleh seluruh lapisan pemerintahan dan kemampuan negara menyelaraskannya dalam satu visi sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Dalam konteks ini, konsolidasi politik yang dilakukan Presiden perlu  mencerminkan distribusi kewenangan yang terkoordinasi dan bertanggung jawab, bukan pada kekuasaan yang sentralistik. Pemerintah daerah semestinya tetap menjadi aktor utama penggerak pembangunan yang berlandaskan pada arah strategis pembangunan nasional. Ini menjadi poin penting yang ditekankan dalam perbaikan tata kelola multi-level governance.

Sebaimana yang dijelaskan Thomas Jefferson, mantan Presiden Amerika Serikat, bahwa pemerintahan yang baik tidak lahir dari penumpukan kekuasaan, melainkan dari pembagian peran yang jelas, kerja sama, dan akuntabilitas yang saling menguatkan. Dengan semangat itulah, Taklimat Presiden Prabowo dapat diwujudkan ketika pemerintah pusat dan daerah tidak saling mendominasi, tetapi saling memperkuat. Bila prinsip ini dijaga secara konsisten, maka agenda strategis menuju Indonesia Emas 2045 bukan hal yang mustahil.

*) Endang Tirtana, Waketum DPP PSI

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore