Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 22.54 WIB

Lukisan Kapal di Tengah Samudera: Makna dan Pesan untuk Negeri

Benny K. Harman

Oleh: Benny K. Harman*)

Tanggal 9 September 2025 menjadi hari yang penuh makna. Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pendiri Partai Demokrat merayakan ulang tahunnya yang ke-76 bertepatan dengan HUT Partai Demokrat ke-24. Namun, yang paling istimewa di acara HUT kali ini bukan perayaannyaa, melainkan sebuah karya seni yang lahir dari tangan beliau sendiri: sebuah lukisan kapal berlayar di lautan luas.

Momen itu menyentuh hati banyak kader dan undangan yang hadir. Saya yang duduk di barisan depan bersama kader2 utama lainnya mengira-ngira apa makna dan pesan lukisan tersebut. Utk Kader, Partai, dan untuk negeri. SBY, seorang mantan presiden sekaligus seniman, memilih bahasa visual untuk menyampaikan pesan politik dan moral kepada kader2nya. Sebuah kapal yang mengarungi lautan luas, di tengah ombak dan terpaan angin, menjadi simbol perjalanan panjang bangsa dan partai yang ia dirikan.

Makna dan pesan apa yang ingin beliau titipkan melalui lukisannya kepada para kader Demokrat, dan sekaligus kepada bangsa Indonesia? Pertama, Kapal sebagai Simbol Perjalanan.

Sejak dahulu kala, kapal melambangkan perjalanan, keberanian, dan keteguhan hati. Laut adalah ruang yang penuh ketidakpastian: tenang di satu saat, bergelora di saat lain.

Begitu pula perjalanan politik bangsa dan partai. Ada masa ketika angin bertiup searah, layar terbentang indah, dan kapal melaju kencang. Ada pula masa ketika badai menghadang, gelombang mengguncang, dan kapal seolah ingin karam.

Ketika SBY memilih melukis kapal, seolah ia ingin mengingatkan bahwa Demokrat adalah kapal besar yang sudah berlayar sejak tahun 2001, menembus gelombang reformasi, melewati pasang surut kepercayaan, hingga hari ini mampu bertahan selama 24 tahun. Kapal itu mungkin pernah oleng, bahkan pernah dirompak, tapi tetap tegak, karena ada awak yang setia menjaga arah. Ada Ketum partai yang memimpin dan sukses dari badai.

Kedua, Lautan Luas adalah Metafora Bangsa dan Demokrasi. Lautan dalam lukisan SBY bisa ditafsirkan sebagai metafora untuk Indonesia sendiri: sebuah negara kepulauan yang terbentang luas, penuh potensi sekaligus tantangan. Gelombang lautan adalah simbol dari krisis yang datang silih berganti: krisis ekonomi, korupsi, konflik politik, hingga persoalan lingkungan hidup.

Namun, lautan juga melambangkan ruang harapan. Di atas ombak, kapal tidak hanya diuji, tetapi juga ditempa.

Ombak yang besar justru melatih awak kapal untuk lebih sigap, lebih kompak, dan lebih tabah. Pesan SBY di sini jelas: Demokrat harus siap menjadi kapal yang kokoh, yang tak mudah karam diterpa badai politik, dan terus berlayar menuju dermaga cita-cita bangsa.

Ketiga, Nahkoda dan Awak: Solidaritas Kader atau togetherness atau kebersamaan. Setiap kapal butuh nahkoda, tapi kapal tidak akan pernah berlayar tanpa awak.

Lukisan itu mengingatkan bahwa kepemimpinan dan kebersamaan adalah kunci. Sehebat apa pun seorang nakhoda, ia tidak akan sampai ke tujuan tanpa awak yang solid, kompak, dan setia.

Bagi Demokrat, hal ini relevan. Selama 24 tahun, partai ini mengalami berbagai ujian: dari kemenangan besar pada 2009 hingga pasang surut perolehan suara dalam pemilu berikutnya. Solidaritas kader sering diuji oleh godaan kekuasaan dan tarik-menarik kepentingan. Pesan lukisan itu seakan berkata: jangan biarkan kapal ini pecah oleh ego dan kepentingan pribadi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore