
I Made Januharta Mahardika, Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen, Universitas Warmadewa. (Istimewa)
Penulis: I Made Januharta Mahardika *)
KINERJA karyawan merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam melaksanankan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya. Kinerja karyawan yang baik akan berdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhan, pada akhirnya dapat terlihat dari pencapaian organisasi.
Hasil pekerjaan tersebut dapat menyangkut kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu. Kinerja yang menurun dapat berdampak pada pencapaian organisasi maka dari itu organisasi harus dapat memperhatikan dengan baik kebutuhan karyawannya agar berkinerja secara berkelanjutan.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan salah satunya adalah kepemimpinan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga membentuk jalinan kerja yang harmonis agar tercapai efisiensi dan efektivitas guna mencapai tingkat produktivitas sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Seseorang pemimpin harus memiliki kecakapan dan kelebihan sehingga mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya satu atau beberapa tujuan untuk hasil yang baik.
Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan mulia yang mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, merupakan ungkapan yang mendudukkan posisi pimpinan dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah seseorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan (khususnya di satu bidang) dan mampu mempengaruhi dan menggerakkan bawahan secara positif agar mau bertindak/ melaksanakan tugas-tugasnya secara baik dan lancar sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.
Selain itu, ada beberapa faktor sifat umum yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain:
1. Kecerdasan
Banyak penelitian yang menyatakan bahwa pada umumnya pemimpin yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dipimpin. Namun demikian, yang sangat menarik dari penelitian tersebut ialah pemimpin tidak bisa melampaui terlalu banyak dari kecerdasan pengikutnya.
2. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Pemimpin cenderung menjadi matang dan mempunyai emosi yang stabil, karena mempunyai perhatian yang luas terhadap aktivitas-aktivitas sosial. Dia mempunyai keinginan menghargai dan dihargai.
3. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Para pemimpin secara relatif mempunyai dorongan motivasi yang kuat untuk berprestasi. Mereka banyak berusaha mendapatkan penghargaan yang intrinsik dibandingkan dari yang ekstrinsik.
4. Sikap-sikap Hubungan Kemanusiaan
Pemimpin-pemimpin yang berhasil mau menghargai harga diri dan kehormatan para pengikutnya. Tidak hanya fakta sifat saja yang dapat mempengaruhi suksesnya kepemimpinan, selain itu gaya kepemimpinan juga merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi.
Dalam teori kepemimpinan ada banyak gaya kepemimpinan, salah satunya yaitu gaya kepemimpinan transformasional. Gaya kepemimpinan Transformasional termasuk dalam teori kepemimpinan modern yang secara eksplisit mengangkat suatu teori bahwa kepemimpinan transformasinal adalah sebuah proses dimana pimpinan dan para bawahannya berusaha mencapai tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi.
Kepemimpinan transformasional menjelaskan pola perilaku kepemimpinan atasan yang nyata ada dan mampu berusaha memperluas serta meningkatkan kebutuhan melebihi minat pribadi serta mendorong perubahan tersebut ke arah kepentingan bersama termasuk kepentingan organisasi.
Gaya kepemimpinan transformasional pada hakekatnya menekankan seorang pemimpin perlu memotivasi bawahannya untuk melakukan tanggung jawab mereka lebih dari yang mereka harapkan. Pemimpin transformasional harus mampu mendefinisikan, mengkomunikasikan dan mengartikulasikan visi organisasi, dan bawahan harus menerima dan mengakui pemimpinnya.
Gaya kepemimpinan transformasional dapat dikatakan berpengaruh terhadap kinerja karyawan, hal ini dapat disebabkan empat komponen dalam kepemimpinan transformasional yaitu Idealized Influence, berarti para karyawan memiliki keyakinan diri yang kuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan, berarti keyakinan diri yang kuat, selalu memegang teguh nilai-nilai yang ia junjung tinggi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
