
Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. (dok. Kadin)
Oleh ARSJAD RASJID, Ketua Umum Kadin Indonesia
---
PEMILIHAN Labuan Bajo sebagai lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN 2023 merupakan momentum yang baik untuk menguatkan pariwisata dan UMKM di sana. Apalagi, Labuan Bajo adalah satu di antara lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia.
Kedatangan delegasi dan rombongan dari sebelas negara ASEAN bakal mendorong pertumbuhan pariwisata di dalam negeri. Selain okupansi yang meningkat drastis, mereka bakal menjadi duta pariwisata Indonesia untuk pasar ASEAN. Multiplier effect-nya akan terasa juga untuk UMKM. Sebab, kedatangan peserta KTT akan mendorong perputaran uang yang berdampak pada pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal, termasuk untuk UMKM.
Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOPLBF) telah menyiapkan 1.156 kamar dari 22 hotel dan resor di Labuan Bajo sebagai tempat menginap delegasi dan panitia nasional KTT ASEAN 2023. Pemerintah juga telah melatih 112 UMKM Labuan Bajo dalam melakukan pemasaran digital serta pemasaran desa wisata dengan didampingi Bank Indonesia. UMKM itu tersebar di beberapa kabupaten. Salah satunya, Manggarai Barat.
Selain pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta turut berkontribusi dalam pengembangan ekosistem UMKM dan pariwisata. Pembangunan infrastruktur seperti Kawasan Waterfront Marina, Tana Mori, hingga Puncak Waringin menjadi contohnya. Pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo sudah sangat membantu untuk kemudahan akses pariwisata dan UMKM. Manfaatnya tentu tidak hanya akan dirasakan dalam jangka pendek saat KTT ASEAN 2023. Tetapi, dalam jangka panjang akan meningkatkan ekosistem wisata di Labuan Bajo.
KTT ASEAN 2023 akan sangat berdampak bagi perputaran ekonomi Labuan Bajo. BPOPLBF memprediksi, peningkatan kunjungan wisatawan dan perputaran uang yang beredar akan setara dengan pelaksanaan MotoGP Mandalika pada 2022.
Para kepala negara ASEAN yang datang akan membawa 550 delegasi. Selain itu, ada panitia dan petugas dari kementerian atau lembaga terkait sebanyak 300–500 orang. Ditambah lagi dengan pasukan pengamanan sebanyak 1.300 orang. Banyaknya jumlah delegasi, panitia, dan petugas keamanan akan berdampak pada perputaran perekonomian yang diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.
Secara umum, Nusa Tenggara Timur merupakan kawasan yang pertumbuhan ekonominya masih potensial. Flores dan Labuan Bajo telah menjadi destinasi pariwisata unggulan yang juga sudah menjadi tempat wisata premium.
Berbagai kesepakatan yang tertuang dalam KTT ASEAN bakal memosisikan Indonesia secara strategis di mata global dan di kawasan ASEAN. Yang secara tidak langsung juga bakal memperkuat pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Posisi Indonesia sebagai tuan rumah merupakan buah dari kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia yang berhasil menempatkan pertumbuhan yang lebih maju dan stabil di antara negara-negara di dunia saat ini. Kita harus jaga kepercayaan ini untuk nilai tambah bagi Indonesia ke depan. (*/c7/fal)
Disarikan dari wawancara dengan Agfi Sagittian

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
