
Khofifah Indar Parawansa.
ALHAMDULILLAH, kalau dihitung dari tahun kali pertama dilangsungkannya Kongres Perempuan Pertama pada 1928, 2024 adalah peringatan yang ke-96. Kita panjatkan syukur ke hadirat Allah SWT karena kultur menghormati ibu di negara kita masih terjaga.
Sebagai ketua umum PP Muslimat NU yang beranggota sekitar 33 juta dan pengalaman sebagai gubernur di Jawa Timur yang berpenduduk hampir 41,6 juta ini, saya merasakan betapa pentingnya memupuk penghormatan terhadap ibu.
Peringatan Hari Ibu pada 2024 ini bertema Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045 yang mengandung makna mendalam yang mengingatkan kita semua akan pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan masa depan bangsa.
Tema tersebut tidak hanya menjadi pengingat, tetapi juga panggilan bagi kita semua untuk terus memperkuat peran perempuan di semua sektor.
Mahatma Gandhi mengatakan, ibu adalah ’’the mother of mankind” untuk menyebut keistimewaan bahwa hanya ibulah yang melahirkan semua umat manusia. Ibulah yang mengandung dan berjuang selama 9 bulan. Di sinilah letak keistimewaan ibu dalam peradaban manusia.
Dalam ajaran Islam, ibu memegang posisi yang sangat mulia. Alquran dan hadis mengajarkan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu, bahkan melebihi ayah (surah Maryam ayat 32 dan surah Lukman ayat 14-15).
Dalam Islam dan semua agama samawi lainnya, ibu dihormati sebagai sosok yang istimewa; memberikan kasih sayang, dukungan, dan pengorbanan demi kebahagiaan keluarga tanpa pamrih dan sepanjang hayatnya.
Dengan memberikan akses yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan politik, kita sedang membangun fondasi yang kokoh untuk Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.
Peringatan Hari Ibu dapat dianggap sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan bakti kepada ibu. Penghormatan kepada ibu ini merupakan ’’keharusan asasi” bagi semua ajaran agama dan dianut oleh semua kebudayaan beradab.
Pemerintah mendorong peringatan Hari Ibu ini tidak hanya berkaitan dengan peran ibu dalam reproduksi, tetapi juga meliputi peran sosial ibu dalam keluarga dan masyarakat.
Peringatan Hari Ibu ini semestinya tidak cukup dalam bentuk upacara atau lomba-lomba, tapi juga menanamkan kembali arti penting penghormatan kepadanya sekaligus mendorong khidmat perempuan agar memiliki arti dalam era segala zaman.
Ibu Indonesia juga didorong berkiprah di bidang yang lebih luas dalam pembangunan, termasuk menjadi pemimpin di lembaga pendidikan, di bidang kesehatan sebagai direktur rumah sakit, lembaga sosial, dan mendorong kemandirian para ibu di desa.
Survei membuktikan, dibandingkan rekan-rekannya di negara-negara Timur Tengah pada umumnya, keterwakilan ibu-ibu di Indonesia dalam ranah publik, termasuk legislatif dan eksekutif maupun yudikatif, tentu lebih maju dan lebih terbuka. Lebih sulit menjadi anggota DPR di Timur Tengah dibandingkan di Indonesia yang sekarang jumlahnya sekitar 30 persen.
Sementara itu, data membuktikan bahwa kultur hubungan pertalian kekeluargaan dan kesantunan anak-anak generasi muda terhadap ibu-ibu di Nusantara jauh lebih erat dan lebih ’’dimuliakan” dibandingkan perempuan dan ibu-ibu di negara-negara Barat.
Meski begitu, ada adagium baik yang terkenal di negara Barat: ’’only respected man, respect the women”, hanya laki-laki terhormat yang bisa menghargai perempuan. Itu menunjukkan di negeri mana pun dapat dikatakan, kemuliaan bagi siapa saja yang menghormati perempuan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
