
Michael Ali, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya.
DALAM PRAKTIK kedokteran gigi, interaksi antara pasien dan dokter gigi merupakan hal yang sangat penting. Dokter gigi dituntut tidak hanya berfokus pada perawatan fisik medis pasien saja, tetapi juga semua keluhan yang dialami pasien. Komunikasi yang baik dan penuh empati membuat pasien merasa nyaman ke dokter gigi.
Dokter gigi diharapkan bisa mempunyai kemampuan dalam menciptakan suasana yang nyaman serta sikap ramah dan selalu dapat mendengarkan semua keluhan pasien. Hal- hal kecil seperti menjelaskan dengan penuh empati kepada pasien terkait bagaimana tindakan medis yang akan diberikan, membuat pasien merasa dihargai dan aman. Sehingga, pasien merasa tidak hanya sebagai objek penaganan medis karena interaksi dokter gigi yang baik.
Sesunguhnya etika empati dokter gigi memang terkadang sulit untuk diimplementasikan pada kehidupan sehari- hari. Hal ini karena dokter gigi selalu dituntut untuk bekerja dengan waktu yang terbatas karena jumlah pasien yang akan ditangani cukup banyak. Akan tetapi, itu bukan menjadi salah satu alasan mengapa dokter gigi berinteraksi dengan pasien secara kaku maupun kurang mendengarkan keluhan pasien.
Bagaimana pasien dapat percaya kepada dokter gigi bilamana dokter gigi tidak dapat menyampaikan komunikasi dan beretika dengan baik. Di sini dokter gigi harus bersifat profesional meski dengan waktu yang terbatas. Hanya dengan meluangkan waktu mendengarkan keluhan pasien dengan baik, pasien nantinya bisa mendapatkan pemulihan yang lebih cepat dikarenakan pasien patuh terhadap semua tindakan medis yang diberikan dokter gigi terhadap pasiennya.
Dalam membangun kepercayaan pasien terhadap dokter gigi tidak hanya membutuhkan komunikasi dan etika yang baik, tetapi aspek kerahasiaan juga harus dijaga antar dokter gigi dengan pasiennya.
Dalam kondisi ini, dokter gigi harus bersifat profesionalisme dalam menangani pasien untuk selalu menjaga informasi kerahasiaan pasien dengan tidak membicarakan kondisi medis pasien ke pihak luar. Hal ini membuat pasien merasa semakin percaya kepada dokter gigi karena telah membuat merasa nyaman dan aman.
Di era yang serba modern ini, penanganan pasien yang terletak di tempat yang terpencil pun dapat dilakukan dengan layanan telemedicine. Telemedicine ini memungkinkan pasien mengakses layanan dokter gigi dengan mudah karena tidak perlunya adanya mobilitas tinggi karena menggunakan platform yang mampu berkonsultasi dengan dokter gigi dengan smartphone.
Hal ini membuat tantangan baru untuk dokter gigi karena sebagai dokter gigi harus benar – benar memastikan dan menjaga profesionalismennya dalam kerahasiaan informasi, privasi,dan komunikasi yang baik.
Etika Interaksi Kedokteran Gigi
Di Indonesia, etika interaksi kedokteran gigi harus benar- benar ditanamkan sejak dini. Etika interaksi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pasien. Bila tidak diterapkannya dengan baik, etika interaksi akan mengakibatkan hal yang krusial.
Calon dokter gigi tidak hanya belajar keterampilan secara praktek maupun teori saja melainkan harus tertanam etika komunikasi yang kuat juga. Institusi Pendidikan di Indonesia harus mengembangkan lagi etika interaksi dokter gigi, karena dimasa mendatang kondisi pasien akan berbeda- beda lagi dan lebih variatif maka dari itu pentingnya etika komunikasi yang baik.
Etika interaksi dengan pasien merupakan suatu investasi jangka panjang karena membuat pasien percaya serta mempermudah dokter gigi melakukan tindakan ke pasiennya. Hal ini membuat pasien berobat kembali ke depannya karena sudah sebelumnya merasakan layanan yang terbaik.
Karena itu, sebagai dokter gigi penting untuk selalu menyeimbangkan kemampuan klinis dan komunikasi serta selalu mementingkan kepentingan pasien. Sehingga, hal ini akan menciptakan pondasi yang kuat hubungan dokter gigi dengan pasiennya.
*) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
