Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Oktober 2022 | 00.27 WIB

Keadaban Tak Kalah Penting dari Ronaldo atau Messi

ANDRY WIBOWO - Image

ANDRY WIBOWO

KETIKA tim nasional (timnas) U-23 Indonesia gagal memenuhi target pencapaian medali emas di SEA Games 2021 pada Mei lalu, saya pernah mengulas bahwa prestasi sepak bola kita tidak bisa lahir semata dari pergantian pelatih nasional. Namun, harus melalui proses evolusi sistemik dan berkelanjutan.

Termasuk di dalamnya industri sepak bola nasional yang sedang tumbuh dan menuju ke sepak bola profesional yang memiliki standar. Profesionalisme merupakan ukuran peradaban kolektif yang kompleks.

Peristiwa berdarah di Stadion Kanjuruhan yang baru saja terjadi menunjukkan bahwa peradaban yang baik dalam sistem sepak bola nasional belum terwujud. Meskipun di sisi lain timnas U-20 berhasil menembus putaran final level Asia.

Dalam perspektif internasional, khususnya di Eropa, membicarakan sepak bola tidaklah sesederhana menyaksikan pertandingan 2 x 11 orang di tengah lapangan demi mencetak gol dan kemenangan. Tapi, lebih luas lagi, membicarakan perilaku sosial penggemar dan pendukung fanatik yang kompleks.

Juga, perilaku profesional aparat dan penyelenggara industri sepak bola yang sangat memerlukan kesadaran pengelolaan dan sentuhan yang tepat. Dengan tujuan terwujudnya suatu iklim persepakbolaan yang beradab.

Di negara-negara Eropa seperti Inggris, Italia, Spanyol, Jerman, dan Belanda, sepak bola telah menjadi industri yang menarik perhatian dunia. Karena itu, keadaban persepakbolaannya sangat penting dan mendasar. Bahkan, tidak kalah penting dengan kehadiran pemain sekelas Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Erling Haaland.

Keadaban persepakbolaan Eropa merupakan hasil proses panjang berkelanjutan yang bersifat kolektif dari pemerintah, organisasi persepakbolaan, klub sepak bola, suporter, aparat kepolisian, masyarakat, dunia pendidikan dan riset, termasuk pula media massa. Keadaban persepakbolaan dapat dilihat dari indikator-indikator penting. Misalnya, ada regulasi yang diketahui dan dijalankan bersama berupa penyelenggaraan pertandingan yang memenuhi syarat keamanan, keselamatan, dan keteraturan.

Indikator selanjutnya adalah tumbuhnya industri sepak bola yang sehat dan ekonomis berupa prestasi klub serta timnas yang kompetitif. Sekaligus perilaku suporter sepak bola yang berbudaya.

Hubungan interdependensi atau saling ketergantungan yang kompleks itu menjadi prasyarat yang harus dijalankan oleh banyak pihak. Wajah berbagai pihak tersebut dapat diamati dari perilaku sosial dan profesionalitas dalam setiap pertandingan sepak bola.

Perilaku sosial dan perilaku profesional dalam pertandingan sepak bola ditujukan untuk lahirnya suatu pertandingan yang suportif dan menghibur. Lebih jauh lagi, untuk memastikan bahwa peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan keteraturan, keamanan, serta keselamatan dapat dimitigasi secara efisien dan efektif.

Untuk mewujudkan itu semua, pihak-pihak yang berkecimpung di dunia persepakbolaan harus melakukan kerja cerdas yang kompleks dan detail. Tata kelola pertandingan sepak bola sebagai micro image atau gambaran mini dari persepakbolaan nasional meliputi pengelolaan stadion, pengelolaan penonton sepak bola, pengelolaan pertandingan sepak bola, serta pengelolaan keamanan, keselamatan, dan keteraturan.

Pengelolaan stadion terdiri atas kualitas stadion, daya tampung stadion, dan kapasitas untuk mewujudkan keselamatan, keamanan, dan keteraturan penonton, serta pelaku sepak bola. Juga, akses dan fasilitas umum yang menopang stadion.

Lalu, pengelolaan penonton sepak bola berbicara tentang jumlah penonton; kualifikasi penonton dari sisi usia, gender, maupun kualifikasi khusus (VIP dan difabel). Serta karakter dan motivasi penonton yang terbagi menjadi penonton fanatik (hooligans), penonton reguler, penonton populer; mobilitas penonton sepak bola yang meliputi grup dan individual; suasana psikologis penonton antara benci dan bangga, antara bahagia dan sedih.

Selanjutnya, pengelolaan pertandingan sepak bola yang berkaitan dengan tensi antara dua klub yang bertanding; mobilisasi pemain dan ofisial; kesiapan wasit yang mampu memicu sportivitas pertandingan; dan prediksi hasil pertandingan.

Terakhir, pengelolaan keamanan, keselamatan, dan keteraturan yang menyangkut kepemimpinan serta organisasi event yang profesional. Juga, rumusan tindakan yang diketahui dan dilaksanakan secara disiplin dan terorganisasi oleh semua petugas; langkah-langkah kedaruratan keamanan, keselamatan, dan gangguan ketertiban yang dilakukan sesuai dengan code of conduct dan hukum.

Sekali lagi, sepak bola adalah peradaban. Untuk mewujudkan itu, diperlukan kesadaran semua pihak bahwa olahraga tersebut bukan sekadar menang kalah. Lebih jauh lagi, sepak bola adalah wajah perilaku sosial dan perilaku profesional dalam sistem kehidupan yang lebih luas.

Peristiwa Kanjuruhan adalah tragedi kemanusiaan yang harus kita sesali. Segera adakan audit investigasi dan mereka yang terlibat harus dibawa ke pengadilan sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial dan profesional.

Masyarakat yang menjadi korban dimitigasi secara baik. Kemudian, sistem persepakbolaan nasional ditata kembali dengan cara-cara yang tepat oleh semua pihak. Demi mewujudkan keadaban persepakbolaan nasional yang menjamin keamanan, keselamatan, dan keteraturan. (*)




*) BRIGJEN Dr ANDRY WIBOWO SIK MH MSi, Peneliti dan praktisi konflik identitas dan pemolisian kerumunan, anggota pasukan PBB Bosnia-Herzegovina 1998–1999

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore