
Ilustrasi penangkapan terduga teroris.
Memang, penjabaran konsep jihad dan tauhid kelompok salafi jihadi tersebut terlalu pendek dan menyederhanakan. Pada praktiknya, ISIS dan Al Qaeda bahkan bertempur sendiri karena tidak cocok metode satu sama lain. Terutama pada musuh yang harus diperangi. Apakah far enemy, seperti Amerika Serikat dan bala tentaranya, ataukah near enemy, yang berarti negeri-negeri yang berdasar UUD. Bukan syariat Islam.
Namun, apa pun kritik terhadap konsep jihad dan tauhid di atas, satu hal yang membuat kelompok itu masih mempunyai pengikut, yakni berkarakter praktis dan jelas. Membagi dunia menjadi dua hal: yang baik dan yang jahat. Dan di sisi mana kamu menetapkan posisi. Ditanya seperti itu, tentu saja hampir semua orang akan menjawab akan berada di sisi yang baik. Tinggal diberi sentuhan kata akhir membujuk: "buktikan dengan berbaiat", maka satu rekrutan bisa diambil. (*)
*) Jurnalis Jawa Pos yang pernah sebulan tinggal di kamp pelatihan Jamaah Islamiyah di Mindanao

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
