JawaPos Radar

Pilpres 2019

Kata Karding, Tagar Ganti Presiden Jiplakan dan Bikin Syria Hancur

28/08/2018, 18:52 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Abdul Kadir Karding
Sekjen PKB Abdul Kadir Karding menilai tagar itu merupakan jiplakan dari Syria. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Bak bola salju, gerakan #2019GantiPresiden di tanah air terus menggelinding dan makin besar. Namun Sekjen PKB Abdul Kadir Karding menilai tagar itu merupakan jiplakan dari Syria.

Karding yang juga merupakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf menjelaslkan, aksi serupa pernah dilakukan di Syria pada 2011 silam. Gerakan ganti presiden tersebut pun membawa petaka bagi negara tersebut.

"Oh iya itu (tagar impor), terjadi di Syria tahun 2011. Dan kenapa Syria kacau karena salah satu faktornya hastag itu  dikapitalisasi kelompok yang ingin mendirikan khilafah. Sehingga terjadi seperti Syria hari ini," ujar Karding di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (28/8).

Oleh sebab itu Karding mengatakan, kubu Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tidak akan membuat hastag serupa yang dapat memecah belah masyarakat. Menurutnya masih ada cara lain untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

"Kita punya cara sendiri memenangkan Jokowi, saya rasa tidak perlu bereaksi terhadap paslon lain, yang kita lakukan selalu melihat mana yang strategis, mana yang mendidik, mana yang berkeadaban," tegasnya.

Karding juga tidak mengkhawatirkan tidak adanya tagar tandingan dari kubu Jokowi, karena itu dianggap tidak akan menghilangkan pemilih Jokowi. Sebab pertarungan sesungguhnya terjadi di darat, bukan di dunia maya.

"Enggak (takut kehilangan suara pemilih), yang milih kan bukan medsos, yang milih rakyat," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up