Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 November 2019 | 23.48 WIB

Pilkada Tak Langsung Dinilai Melahirkan Oligarki Parpol yang Tinggi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Mengemukannya kembali wacana evaluasi terkait Pilkada langsung terus menuai banyak protes. Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay menilai tidak tepat jika pemilihan kepala daerah (Pilkada) kembali dipilih oleh DPRD. Menurutnya, perdebatan Pilkada langsung atau pun tidak langsung sudah diakhiri sejak 2004 lalu.

"Perdebatan langsung atau tidak langsung sudah diakhiri menjelang 2004, yang sebelumnya pemilihannya ada di DPRD. Waktu itu diakhiri adanya Perppu pada masa pemerintahan Presiden SBY," kata Hadar di kantor Formappi, Jalan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (24/11).

Hadar menuturkan, pemilihan kepala daerah melalui DPRD sangat kental nuansa politik. Bahkan bisa saja kepala daerah yang dipilih DPRD tidak dikehendaki rakyat.

"Di DPRD itu bukan tidak ada persoalan politiknya, misalnya yang dipilih DPRD tidak dikehendaki oleh masyarakat, protes kekecewaan dan demo," terang Hadar.

Hadar menegaskan, jika kepala daerah ditunjuk oleh DPRD, maka orientasi kerjanya tidak bertanggungjawab kepada rakyat. Namun, bagaimana bisa memenuhi keinginan DPRD.

"Akan menjadi arena permainan politik, permainan uang, kalau tidak akan dijatuhkan. Jadi banyak masalah," tegas Hadar.

Senada dengan Hadar, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta, Humprey Djemat pun tidak menyetujui jika proses Pilkada kembali ditunjuk oleh DPRD. Menurutnya tidak tepat, jika permasalahannya difokuskan pada proses Pilkada langsung.

"Banyak juga dari Pilkada langsung ini memunculkan figur-figur yang kredibilitas tinggi seorang Ahok tidak akan muncul, termasuk juga Jokowi, Risma dan Ridwan Kamil jika proses Pilkada dilakukan secara tidak managing," ujar Humprey.

Selain itu Humprey menyebut jika proses Pilkada dilakukan secara tidak langsung, maka oligarki partai akan sangat tinggi. "Tentu oligarki partai politik sangat tinggi. Tentu (Pilkada tidak langsung) pakai barang busuk lagi, sehingga ini jadi satu gagasan lama," sesalnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore