
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali mengunggah videonya yang berisi kritik tajam pada pemerintah Jokowi-JK.
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto kembali mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi). 'Serangan' itu dilancarakan melalui sebuah video di akun media sosial Facebook miliknya.
Dalam video berdurasi 37.50 menit ini, Prabowo yang merupakan mantan Danjen Kopassus itu mengaku prihatin dan menegaskan bahwa masyarakat Indonesia sudah pada arah yang salah. Ini disebabkan oleh sistem politik dan ekonominya telah keluar dari cita-cita rakyat Indonesia.
Apalagi, lanjutnya, saat ini Pancasila hanyalah sebuah jargon saja. Namun tidak sama sekali dilaksanakan. Misalnya, pada sila ketiga yang berbunyi Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pada kenyataanya tidak ada keadilan di Indonesia karena menurutnya masyarakat Indonesia tetap miskin. Kekayaan hanya dikuasai oleh segilintir orang saja.
Berikut ini pidato lengkap Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Saudara-saudara sekalian, kita merasakan bersama keadaan bangsa yang terus terang saja kurang membahagiakan bagi sebagian besar rakyat kita.
Sudah berkali-kali kita bahas dan saya kira kader Gerindra mungkin tidak perlu terlalu rinci lagi saya uraikan. Sudah banyak di antara kalian yang sudah datang ke Padepokan Garuda Yaksa di Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat. Di sana sebagian dari kalian sudah menerima penataran, kaderisasi, pelajaran, kita sudah buktikan kepada kalian dengan data, dengan fakta, gejala-gejala, fenomena yang terjadi di bangsa kita.
Saya telah menyebarluaskan, yang terakhir buku saya 'Paradoks Indonesia' yang sudah tersebar di mana-mana. Dan saya kira Saudara sudah paham benar apa yang menjadi pusat perhatian dari Partai Gerindra.
Dari awal saya dan Partai Gerindra melihat bahwa kehidupan bangsa di Indonesia di arah yang salah. Kita merasakan dan Gerindra merasakan dan saya berpandangan bahwa sistem bernegara, sistem politik dan sistem ekonomi di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari rencana dan cetak biru yang dibangun oleh pendiri bangsa kita. Yaitu Pancasila dan UUD 1945.
Kesulitan kita sekarang karena kita tidak setia terhadap pancasila dan UUD 1945. Banyak yang menggunakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai mantra dan slogan, tetapi hakikatnya tidak dipahami dan tidak mau dilaksanakan.
Sebagai contoh, Pancasila terdiri dari lima sila, tetapi sering kelima itu tidak dijalankan. Sebagai contoh ekonomi kita tidak berpatok pada keadilan sosial. Bagaimana kita bisa katakan keadilan sosial kalau yang menguasai kekayaan bangsa kita hanya segelintir orang saja. Kurang dari 1%. Bahkan ada yang mengatakan tidak lebih dari 300 keluarga dari 250 juta orang yang menikmati kekayaan bangsa Indonesia.
Kekayaan negara diambil dan dikuasai bangsa asing. Indonesia sekarang disebutnya harus meminjam uang untuk membayar utang dan menggaji pegawai. Intinya, Indonesia dalam keadaan lemah.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
