JawaPos Radar

Pilpres 2019

Tiga Jurkam Jokowi-Ma'ruf Amin Dicokok KPK, Ini Pesan Timses Capres 02

18/10/2018, 13:56 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Setiyono Wali Kota Pasuruan
Wali Kota Pasuruan yang juga ketua DPD II Golkar Setiyono juga merupakan jurkam pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin kini terpaksa mendekam di Rutan KPK. (Intan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Andre Rosiade selaku Juru Bicara Prabowo-Sandiaga mengaku prihatin atas kasus penangkapan yang menimpa tiga kepala daerah. Ironisnya ketiganya adalah jurkam pasangan Jokowi-Ma'ruf. Mereka dicokok lembaga antirasuah lantaran terlibat kasus suap.

"Tentunya kami prihatin. Mereka kan seharusnya mencontohkan yang baik. Apalagi selain kepala daerah, juga jadi jurkam. Harusnya mengedukasi tidak menggunakan politik uang justru ini terlibat suap," kata Andre dalam keterangan tertulis, Kamis (18/10).

Peristiwa suap tersebut, kata Andre, dapat menjadi introspeksi bagi seluruh pihak untuk tidak melakukan suap kepada suara pemilih pada Pemilu 2019 mendatang. Dia bilang, jangan sampai ada kasus masyarakat yang dirayu oleh politik uang untuk memilih paslon-paslon tertentu.

"Juru kampanyenya saja bisa disuap, jangan-jangan nanti suara rakyat juga disuap demi menang di Pilpres 2019," ujarnya.

Oleh karena itu, Andre berharap agar masyarakat Indonesia mendapatkan pemimpin berkualitas, maka sudah seharusnya pemilu dilakukan juga dengan cara berkualitas. Di antaranya, dengan melarang menggunakan politik uang untuk membeli suara pemilih.

"Jangan sampai masyarakat ini memilih karena dibayar dengan uang karena itu bukan cerminan pemilu yang berkualitas," tandasnya.

Diketahui, tiga kepala daerah yang terlibat suap dan tengah menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Wali Kota Pasuruan yang juga Ketua DPD Golkar, Setiyono; Bupati Malang yang juga kader Nasdem, Rendra Kresna; yang terbaru Bupati Bekasi sekaligus kader Golkar, Neneng Hassanah Yasin.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up