
istimewa
JawaPos.com - Usai lama bungkam, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian akhirnya angkat bicara terkait polemik pelaksanaan pemilu 2024. Dia menegaskan, tanggal pemilu sudah ditetapkan dalam rapat bersama antara pemerintah, DPR dan KPU pada 24 Januari lalu.
"Lah kita masih kita melihat hasil apanya kemarin. Hasil rapat kita di komisi II kan sudah ditetapkan tanggalnya," ujarnya usai menghadiri paparan survei Serologi Covid-19 di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Jumat (18/3).
Dalam rapat tersebut, pelaksanaan pemungutan suara sudah ditetapkan akan berlangsung pada 14 Februari 2024. Hal itu sebagaimana waktu yang diusulkan KPU.
Namun, saat disinggung apakah itu artinya penundaan pemilu sudah tidak akan dilakukan, mantan Kapolri itu menolak untuk berkomentar lebih lanjut.
"Saya hanya sampaikan itu saja," imbuhnya sambil berjalan menjauhi wartawan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, nasib pemilu 2024 sempat terombang-ambing akibat derasnya isu penundaan yang disuarakan sejumlah elite partai. Wacana itu kian panas usai Menteri Koordinator bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim mayoritas netizen sepakat dengan penundaan pemilu.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
