
menuju donohudan: ratusan warga kudus bersiap menuju asrama haji donohudan solo untuk melakukan isolasi dengan diangkut bus polisi dengan pengawalan prokes ketat untuk memutus penyebaran covid di kudus sesuai keputusan pemerintah. foto donny setyawan/rada
JawaPos.com - Transparansi kondisi dan data dalam pencegahan penularan dan penanggulangan pandemi Covid-19 merupakan hal yang mutlak ada dan menjadi prasyarat untuk suksesnya program tersebut.
Karena itu, jajaran pemerintah, mulai dari pusat hingga desa seharusnya transparan dalam menyajikan dan melaporkan data kondisi dan jumlah penderita Covid-19 di daerah masing-masing.
Pernyataan tersebut dilontarkan Direktur Eksekutif Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW) Nova Andika, sebagai respons atas pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang meminta kepada para pemimpin pemerintahan di daerah, terutama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota belum lama ini.
Nova juga mengapresiasi Puan yang peka merespons kejadian melonjaknya angka penderita Covid-19 di Kudus, dengan cara membagikan secara cuma-cuma 20 ribu dosis vaksin Covid-19 sebagai dorongan untuk diadakannya percepatan vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah.
Menurut Nova, telah menjadi rahasia umum, para pemimpin daerah, terutama di tingkat-tingkat pemerintahan terkecil di desa-desa, ditengarai menutup data sebenarnya penderita dan korban Covid-19 untuk menghindari penilaian negatif dari pimpinan pemerintahan di atasnya.
“Sudah menjadi rahasia umum, di beberapa desa, warga yang meninggal karena Covid-19) dilaporkan meninggal karena sakit yang lain, hanya agar desa tersebut tidak dimasukkan ke dalam zona merah yang menurut mereka mencoreng nama desa tersebut. Tentu saja hal itu salah dan merugikan, bukan hanya untuk desa itu, tetapi secara nasional,” kata Nova dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Senin, (14/6).
Baca Juga: Tak Terima Candaan Yasonna Soal AHY, Santoso Demokrat Ngomong Begini
Nova mengingatkan, data dan kondisi riil tentang Covid-19 di daerah, akan memengaruhi data di tingkat nasional, serta berdampak langsung kepada kebijakan pemerintah pusat.
"Tak perlu ditutupi agar solusi yang dianggap pemerintah (pusat) pun tepat. Kita tahu, dalam proses pengambilan keputusan ada istilah 'garbage in, garbage out'. Kalau infonya salah, solusi yang diambil pun bisa melenceng," ungkapnya.
Sebagaimana beredar luas di media massa, Ketua DPR Puan Maharani belum lama ini meninjau dan melakukan proses percepatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Balai Kota Solo.
Di lokasi tersebut, selain dilakukan vaksinasi terhadap 690 orang yang merupakan guru, warga lanjut usia (lansia), difabel, pedagang kaki lima, pelaku pariwisata, pekerja media, dan masyarakat lainnya.
Menurut Puan, keterbukaan informasi itu akan memudahkan dalam penentuan langkah penanganan pandemi Covid-19. “Sampaikan masalah secara jujur, jangan sembunyikan kondisi wilayahnya, sehingga kita bisa antisipasi dan mitigasi,” ujar Puan.
Ia juga menegaskan, sebagai Ketua DPR dirinya memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama melaksanakan fungsi pengawasan.
“Prinsip utamanya, kita semua ingin seluruh warga negara dapat divaksin. Jangan sampai ada daerah yang tidak ditangani dengan baik,” kata Puan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
