
Photo
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menyambut baik langkah Bio Farma untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Pasalnya hal itu bisa menumbuhkan optimisme bagi masyarakat dalam mengakhiri pandemi yang menyebakan krisis ekonomi ini.
“Kita dukung Bio Farma sebagai BUMN untuk bisa produksi vaksin Covid-19 yang akan dinamakan vaksin merah putih itu. Tetap harus optimis. Komisi VI DPR yang menjadi mitra kementerian BUMN akan mengawal terus," ujar Aria dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa, (11/8).
Aria juga mendorong Bio Farma secapat mungkin untuk mempoduksi vaksin yang saat ini masih dalam tahap proses uji klinis tersebut.
"Segera harus dilakukan jangan sampai terlambat. Karena penyelesain dampak pandemi ini tidak lepas dari cepat atau lambatnya vaksin itu ditemukan dan dipasarkan atau diperbanyak,” tuturnya.
Photo
“Ada tiga hal pertama mengenai virusnya, kedua mengenai penyebaranya yang ketiga penanganan dampak sosial ekonominya. Ketiganya itu sudah sesuai dengan arah apa yang ditetapkan oleh rapat kerja dengan Komisi VI,” katanya.
Diketahui, setidaknya ada dua peran dan tugas BUMN khususnya BUMN sektor Farmasi dalam hal ini Bio Farma selaku induk dari BUMN Farmasi dalam menanggulangi pandemi Covid-19 ini.
“Pertama adalah bagaimana hal yang terkait dengan masalah penyembuhan dan penyebaran, kedua adalah masalah vaksin,” urainya.
Menurutnya, tugas pertama Bio Farma adalah bagaimana fokus berkonsentrasi mengadakan suatu pengkajian untuk segera berkolaborasi dengan berbagai perusahaan Farmasi dunia maupun WHO untuk secepat mungkin proaktif untuk mendapatkan vaksin.
“Sekaligus memperbanyak vaksin tersebut guna memastikan virusnya atau nanti vaksin dan setelah itu akan ditemukan obat-obatnya. Obatnya itu nanti boleh (diproduksi) BUMN Farmasi lainya, tapi obatkan ketemu kalau vaksinya ketemu dulu,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Presiden Joko Widodo sudah meninjau laboratorium dan fasilitas produksi milik Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8), mengumumkan kabar bahwa Indonesia melalui Bio Farma sebagai holding BUMN farmasi dan produsen vaksin menargetkan produksi vaksin Covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun mulai akhir 2020.
"Kami maksimalkan uji klinis dan produksi vaksin Covid-19 agar tahun depan masyarakat dapat segera diimunisasi,” kata Erick kepada wartawan, Selasa (11/8).
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6l3ne-DM0_s
https://www.youtube.com/watch?v=MlLlFBcsqBM
https://www.youtube.com/watch?v=NuSZjiXAg8U

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
