
Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Nizar Zahro bereaksi terkait tuduhan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengatakan Prabowo-Sandi terus-terusan menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanda adanya bukti yang valid.
JawaPos.com - Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Nizar Zahro bereaksi terkait tuduhan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengatakan Prabowo-Sandi terus-terusan menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanda adanya bukti yang valid.
Menurut Nizar, hendaknya Hasto Kristiyanto lebih cermat dalam menangkap materi kampanye yang diusung oleh Tim Kampanye Prabowo-Sandi. Karena semua berdasarkan fakta dan datanya pun ada.
"Kami tidak asal bunyi. Semua kritik kami disertai data-data yang valid. Contoh, jatuhnya rupiah, fakta apa hoax?," ujar Nizar kepada JawaPos.com, Senin (8/10).
Menurut Anggota Komisi X DPP itu, jatuhnya rupiah akan berimplikasi besar. Sejarah membuktikkan kejatuhan rupiah telah menyebabkan terjadinya krisis ekonomi 1998. Atas dasar sejarah itulah, Gerindra berharap jangan sampai bangsa ini terjerumus dalam krisis yang sama. Oleh karena itu, kami selalu meneriakkan agar pemerintah berhati-hati dalam mengelola ekonomi.
"Jangan seperti sekarang. Utang membengkak. Impor lebih besar dari ekspor. Maka wajar jika rupiah terjun bebas," katanya.
Karenanya menurut Nizar, faktor kejatuhan rupiah memang ada dari eksternal. Tapi kebijakan pemerintah juga turut andil dalam mendorong kejatuhan rupiah. Hal ini sudah diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa impor yang terlalu besarlah yang menyebabkan rupiah terus tertekan.
"Sekjen PDIP harus membuka mata lebar-lebar. Semua kampanye Prabowo-Sandi berdasarkan fakta. Jadi kami tidak asal main serang," unhkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mencermati model kampanye Tim Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai kampanye asal serang, tanpa opsi konsepsi kebijakan.
Menurut Hasto, hampir setiap hari mereka menyampaikan hal-hal negatif tentang Presiden Jokowi. Mereka mengampanyekan rupiah melemah sebagai kebangkrutan ekonomi, harga pokok naik, harga telur naik meski faktanya turun.
Hasto mengingatkan bahwa kampanye seharusnya menyampaikan konsepsi terbaik penuh narasi kemajuan Indonesia. Berkampanye tanpa kebudayaan, tanpa etika, dan tanpa gagasan yang membumi untuk rakyat hanya menghasilkan kegaduhan.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
