
Megawati Soekarnoputri bakal kembali menjadi orang nomor satu di PDIP karena dia adalah calon tunggal untuk ketua umum partai berlambang banteng moncong putih itu. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kongres V PDIP yang berlangsung di Bali, Kamis (8/8) memuat sejumlah agenda. Selain strategi politik partai berlambang banteng itu, juga kepengurusan untuk periode selanjutnya.
Hanya saja untuk posisi ketua umum diperkirakan masih dimandatkan secara aklamasi oleh kader partai tersebut kepada Megawati Soekarnoputri. Menurut pengamat politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta Andriadi Achmad, situasi itu adalah warning bagi PDIP. Warning itu ketika Megawati sudah tidak ada lagi nanti.
"Perlu menjadi bahan renungan dan pemikiran para elite PDIP, bagaimana eksistensi PDIP pasca kepemimpinan Megawati. Sepertinya kader-kader PDIP tidak ada yang sanggup mengambil mandat menjadi ketua umum selagi Megawati masih mau jadi ketua umum. Puan Maharani saja sebagai tokoh yang dipersiapkan dari trah Soekarno mengaku hanya Megawati saat ini paling tepat sebagai ketua umum," ujar Andriadi Achmad kepada JawaPos.com, Rabu (7/8).
Sebetulnya, imbuh Andriadi, dalam teori kepemimpinan, seorang pemimpin yang berhasil itu adalah melahirkan kader-kader pemimpin hebat setelahnya jauh lebih baik dari dirinya. Hingga kini kader-kader potensial PDIP sudah banyak yang bermunculan di permukaan, baik dari trah Soekarno maupun nontrah Soekarno. Mereka pun sudah duduk di eksekutif maupun legislatif. Akan tetapi hingga kini belum ada kader PDIP yang berani "menentang" Megawati dalam bursa calon ketua umum.
"Kharismatik Megawati dalam memimpin PDIP dalam 20 tahun belakangan menimbulkan ketidakpercayaan dari kadernya untuk mau mengambil tongkat estafet ketua umum ke depannya," imbuh direktur Nusantara Institute PolCom SRC itu.
Dia berpendapat, Kongres V PDIP 2019 ini adalah momentum tepat untuk regenerasi kepemimpinan dari Megawati ke penerusnya. Mumpung PDIP sedang berjaya baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Keretakan dan perpecahan internal parpol biasanya muncul ketika sedang berada di titik kekalahan. Oleh karena itu, tidak ada yang mampu memberikan garansi ke PDIP pada 2024 masih tetap berjaya untuk memenangkan pemilu.
"Menurut hemat saya sebetulnya 2019 adalah momentum tepat untuk regenerasi kepemimpinan di PDIP. Dari Megawati ke penerusnya. Tentu paling potensial dari trah Soekarno ibarat duplikat Megawati adalah Puan Maharani," tandasnya.
Sebelumnya, politikus senior PDIP Aria Bima menegaskan akan ada regenerasi di dalam PDIP. Hanya saja menurutnya, sosok itu bukan Jokowi. Sebab Jokowi sebagai salah satu kader PDIP tidak tertarik menjabat ketua umum. “Saya tidak melihat semacam minat Pak Jokowi untuk menjadi pemimpin partai,” ujar Aria Bima, Sabtu (3/8).
Aria Bima menyebut Jokowi lebih memilih menjadi pelayan masyarakat, ketimbang menjadi ketua umum PDIP. Hal ini ia ketahui saat bersama Jokowi menjadi bagian dari kepengurusan PDIP di Jawa Tengah. “Jadi dia itu lebih suka pada jabatan publik yang selama ini saya ketahui, saya tidak melihat Pak Jokowi ini passion-nya mengelola partai,” katanya.
Anggota Komisi VII DPR itu menambahkan, PDIP sudah mempersiapkan dua anak Megawati Soekarnoputri, menjadi calon ketua umum yang akan datang. Mereka adalah Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Dengan kehadiran dua tokoh itu diharapkan ada regenerasi di dalam tubuh partai berlogo banteng itu. “Ibu Mega yang tahu persis bagaimana menyiapkan putra dan putrinya, sehingga mampu menjalankan tugas kepartaiannya,” ungkapnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
