
siswa sekolah korona bermasker
JawaPos.com - Para siswa dan orang tua kini menunggu ketentuan new normal untuk dunia pendidikan. Baik itu di sekolah umum, madrasah, maupun pesantren dan sekolah berasrama lainnya. Rencananya, pemerintah mengumumkan ketentuan new normal untuk dunia pendidikan itu sore ini.
Informasi tersebut disampaikan Plt Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin. Dia menjelaskan, penyampaian itu juga sekaligus dari jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Sebelumnya beredar kabar bahwa awal pekan ini Kemenag mengumumkan peraturan new normal di lingkungan pesantren.
Saat diminta keterangan lebih lanjut, Kamaruddin tidak mau menjelaskannya. ”Diminta menunggu sampai besok (hari ini, Red),” kata dia kemarin (14/6). Namun, dia memastikan bahwa ketentuan new normal untuk dunia pendidikan sudah selesai dibahas.
Aturan yang bakal diumumkan itu diharapkan mencakup juga soal kapan dan pada kondisi apa belajar di sekolah kembali dibuka. Sebab, Kemendikbud sudah menetapkan bahwa tahun ajaran baru (2020–2021) dimulai pada 13 Juli.
Sebelumnya, pembahasan tatanan kenormalan baru untuk dunia pendidikan di lingkungan Kemenag dibahas secara maraton. Kamis pekan lalu (11/6) Menag Fachrul Razi memimpin langsung rapat yang membahas ketentuan new normal itu. Di dalam rapat dia menyampaikan, seluruh kajian dan masukan terkait panduan new normal di pesantren dan pendidikan secara umum harus dibahas dengan tuntas dan matang.
Lebih lanjut, Kamaruddin mengatakan, tatanan new normal di madrasah dan perguruan tinggi keagamaan di bawah Kemenag mengikuti aturan pendidikan secara umum yang dibuat Kemendikbud. Namun, untuk ketentuan di lingkungan pesantren, pembahasannya lebih luas karena kompleksitas pesantren.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menyampaikan beberapa usulan terkait new normal di dunia pendidikan. Di antaranya adalah perlunya merancang kurikulum sekolah era pandemi (KSEP). Menurut dia, kurikulum saat ini terlalu pada konten sehingga sulit mendorong anak didik untuk belajar secara mandiri di rumah.
Padahal, selama pandemi Covid-19, praktis pembelajaran di sekolah terhenti. Sebagai gantinya, anak-anak belajar di rumah. Pada proses belajar dari rumah itu, anak didik perlu memiliki kesadaran untuk belajar mandiri.
Selain itu, PGRI meminta pemerintah meningkatkan akses internet dan perangkat digital. Supaya siswa bisa mengakses pendidikan online dari rumah.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
