
Kemendikbud
JawaPos.com - Inspektorat Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Itjen Kemendikbud) sudah melakukan review pada Program Organisasi Penggerak (POP). Di mana hasilnya adalah POP tetap dapat dilanjutkan pada 2021.
"Dari surat korespondensi internal yang beredar, saran dan rekomendasi yang disampaikan Itjen dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kepada Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) telah ditindaklanjuti dan terpenuhi. Hasilnya, POP dapat dilanjutkan," kata Irjen Kemendikbud Chatarina Muliana Girsang kepada wartawan, Jumat (13/11).
Adapun, kata dia evaluasi ini telah sejalan dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan keresahan masyarakat. Untuk itu, ketika POP akan dijalankan, pihaknya juga turut mengawal program tersebut.
"Dalam pelaksanaan POP, Itjen akan mendampingi GTK dalam melakukan pengawasan internal agar POP tepat sasaran sesuai dengan peraturan yang berlaku," tambahnya.
Baca juga: Terkait Program Organisasi Penggerak, Ini Janji Mendikbud Nadiem
Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menunda pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP). Program tersebut akan ditunda sampai 2021.
“Setelah kami evaluasi selama satu bulan kami memutuskan karena ada beberapa faktor untuk menunda program POP untuk tahun 2020, jadinya program POP itu akan mulai di tahun 2021,” terang dia dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara virtual, Kamis (27/8).
Penundaan ini juga telah mempertimbangkan segala hal. Jadi, ada tiga hal yang membuat program itu ditunda sementara waktu. Pertama adalah untuk mengajak kembali ormas yang sempat keluar, yakni Muhammadiyah dan PGRI.
“Kedua untuk memastikan preparasi (kesiapan) di masa Covid, program itu bisa terjaga dengan baik, memberikan ormas tersebut waktu untuk merencanakan program pelatihan, transformasi sekolahnya di masa covid ini dengan lebih detail,” jelas dia.
Adapun, yang ketiga adalah demi menghilangkan perspektif buruk daripada masyarakat dan ormas pendidikan yang lain. Pasalnya, banyak pihak menilai bahwa terdapat beberapa ormas yang tidak layak diikutkan dalam program tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=NL1ZXXbff1A

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
