Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 September 2021 | 18.57 WIB

Anak yang Ikut AN, Orang Tua yang Gelisah

Sejumlah siswa saat melakukan belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (04/06/2021). Kegiatan belajar tatap muka ini diikuti 50 persen dari total siswa untuk setiap kelas guna mengantisipasi penyebaran virus Covid- - Image

Sejumlah siswa saat melakukan belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (04/06/2021). Kegiatan belajar tatap muka ini diikuti 50 persen dari total siswa untuk setiap kelas guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-

JawaPos.com - Asesmen Nasional (AN) segera dilakukan guna memaksimalkan pemetaan kualitas pendidikan di suatu wilayah. Hal ini tentunya berbeda dengan Ujian Nasional (UN).

Sebab, AN ini tidak akan menilai individu murid, melainkan per sekolah atau wilayah. Jadi, tidak perlu persiapan yang mendalam, seperti mengikuti try out atau latihan-latihan, lebih baik apa adanya.

Terlebih kepada orang tua, tidak perlu khawatir ketika anaknya terpilih sebagai peserta AN. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo.

"Bagi orang tua, tidak perlu cemas menghadapi ini," kata dia dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, Minggu (5/9).

Dia pun meminta orang tua untuk lebih memahami bagaimana AN terselenggara. Hal ini perlu dilakukan agar kekhawatiran AN yang dinilai akan mendiskreditkan anaknya sirna.

"Pertama cari informasi tentang AN dari sumber yang valid, setelah dapat informasi bisa mengecek pemahaman kita apakah betul, kalau belum ya kita bisa mengajak diskusi menggali pemahaman anak dan guru soal AN ini," ungkapnya.

Orang tua pun juga perlu menjadi teman belajar anak. Ditegaskan lagi bahwa AN ini bukan soal ketuntasan penyampaian materi, lebih kepada nalar berpikir anak.

"Jadi tidak perlu beli buku AN, jadilah teman belajar anak untuk menemukan minat mereka, fasilitasi hobi apapun yang bisa mengasah nalar dan belajar anak," tambah dia.

Kepada para guru, setelah AN sudah terlaksana dan hasilnya sudah keluar, mereka diminta untuk merancang sistem pembelajaran di sekolahnya. "Mengajak kolaborasi, ajak para guru melakukan refleksi bersama guru agar mengarah pada bernalar dan berkarakter, merubah paradigma ketuntasan materi menjadi pengembangan karakter," tandas Nino.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore