alexametrics

Ipuk Fiestiandani Lanjutkan Takhta Sang Suami di Banyuwangi

10 Desember 2020, 11:39:32 WIB

JawaPos.com – Suami lengser, istri melanjutkan. Fenomena itu terjadi di pilkada beberapa daerah. Misalnya, di Banyuwangi. Coblosan kemarin menempatkan istri Bupati Azwar Anas, Ipuk Fiestiandani, sebagai pemenang pilkada. Ipuk yang berpasangan dengan Sugirah hampir pasti terpilih sebagai bupati dan wakil bupati untuk menggantikan Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko.

Berdasar hasil hitung cepat (quick count) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A., Ipuk-Sugirah mendulang 53,02 persen dukungan.

Sementara itu, pasangan Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Aziziy memperoleh 46,98 persen. Jika hasil tersebut tidak berubah, Ipuk-Sugirah bakal melenggang ke Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

Baca juga: Ipuk: Tak Ada Lagi Kubu 01 dan 02, yang Ada Kubu Banyuwangi

Peneliti sekaligus Koordinator Area Jatim-Bali LSI Imam Fauzi Surahmat menegaskan, secara saintifik, hasil quick count pilbup Banyuwangi itu sangat bisa dipertanggungjawabkan. ’’Maka, selamat kepada masyarakat Banyuwangi atas kehadiran Ibu Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Wakil Bupati Bapak Sugirah dengan perolehan suara 53,02 persen,’’ ujarnya sebagaimana dilaporkan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (9/12).

Perolehan suara versi quick count LSI tersebut berasal dari 100 persen data yang masuk dari total sampel yang tersebar di seantero Bumi Blambangan. Tepatnya sampel yang diambil dari 291 di antara 3.745 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 217 desa dan kelurahan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Baca juga: Istri Abdullah Azwar Anas Lanjutkan Kepemimpinan Suami di Banyuwangi

Imam menyatakan, dengan selisih lebih dari 6 persen, hampir dipastikan data yang dirilis LSI tidak berubah dari hasil akhir penghitungan suara manual KPU. ’’Kami sampaikan ini sangat bisa dipertanggungjawabkan, baik secara kredibilitas kami sebagai lembaga survei maupun secara metodologi ilmiah,’’ tegasnya.

Baca juga: Warisan ”Emas” Bupati Anas

PDIP Tetap Dominasi Bali

Calon-calon dari PDIP mendominasi kemenangan sementara dalam pilkada di Bali. Hanya di Pilkada Jembrana yang diprediksi kalah tipis.

Di Kota Denpasar, paslon dari PDIP IGN Jaya Negara-I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya Wibawa) unggul sementara atas Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kerthanegara (Amerta).

Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bali sebelum pencoblosan, Jaya Negara menuturkan sengaja memilih pukul 09.00 untuk pencoblosan. Pria yang saat ini menjabat wakil wali kota Denpasar itu menceritakan, angka 9 memiliki arti khusus bagi dirinya. Alasannya, 4 Juli lalu dia genap berusia 54 tahun. ”Jadi, kalau 5 tambah 4 kan 9,” cetusnya.

Kemudian, dia menceritakan, di TPS-nya yang menang 99 persen, dirinya meraih 396 suara. Paslon nomor 2 mendapatkan 5 suara. Menariknya, prediksi awal menang 72 persen dan data sementara dari penghitungan PDIP menang 81 persen. Kalau 7 ditambah 2 atau 8 ditambah 1, hasilnya sama-sama 9. ”Jadi, semua sembilan. Terus tingkat kehadiran sementara 54 persen, sembilan juga. Kan misteri 9 ini,” ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : sgt/aif/c19/c6/oni


Close Ads