Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Mei 2019 | 05.57 WIB

Dari Timika Menkominfo Pamer 'Tol Langit'

Menkominfo Rudiantara. - Image

Menkominfo Rudiantara.

JawaPos.com - Setelah menggarap tol laut, kini pemerintah mulai menginisiasi 'tol langit'. Langkah itu diawali dengan pengajaran jarak jauh atau teleteaching yang dilakukan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dari Timika, Papua.

Dari sana Rudiantara memamerkan 'tol langit' kepada siswa yang tengah berada di Jakarta dan Pulau Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Teleteaching dengan 'tol langit' itu memanfaatkan sambungan internet cepat yang terhubung melalui jaringan serat fiber. Dengan medium itu, sambungan video dari Timika, Natuna, dan Jakarta terasa sangat lancar.

"Pemanfaatan infrastruktur jarigan serat siber itu diharapkan bisa mengakselerasi pemerataan kualitas pendidikan di tanah air," kata Rudiantara, Selasa (30/4).

Adapun teleteaching itu 90 guru SD di Kota Ranai, Kepulauan Natuna, dan Timika, Papua. Di Jakarta aktivitas dilakukan di Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan.

Menkominfo RI Rudiantara menyebut, ada 150 ribu sekolah yang tersebar dari Sabang-Merauke. Namun, belum semuanya mendapatkan kualitas pendidikan yang merata. Karena itulah pengajaran jarak jauh atau teleteaching menjadi tidak terhindarkan.

“Ada 200 ribu lebih sekolah negeri. 90 ribu di antaranya belum terkoneksi internet cepat. Palapa Ring Barat dan Tengah sudah selesai 100 persen dan beroperasi sejak 2018. Untuk Palapa Ring Timur sudah mencapai 96 persen," sebutnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, akhir pekan ini akan dimulai proyek Satelit Multifungsi yang khusus internet cepat. Kalau semua sudah beroperasi maka semua wilayah akan terkoneksi. "Insya Allah semua sekolah bisa menikmati internet cepat,” kata Rudiantara dalam sambungan video dari SDN Pomako, Timika, Papua.

Rudiantara menjelaskan, proyek Palapa Ring hadir untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dalam ketersediaan jaringan internet yang ke depannya akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

“Pemanfaatan jaringan Palapa Ring yang dikembangkan oleh Kemenkominfo ini ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas. Termasuk salah satunya untuk penunjang dunia pendidikan jarak jauh yang dilaksanakan pada Selasa ini,” imbuh Rudiantara dalam sambungan videonya.

Dia berharap dengan ketersediaan jaringan internet yang mengoneksi satu wilayah dengan wilayah lain dapat turut mendukung program pendidikan nasional. Program pengajaran maupun pendidikan untuk guru, dan murid dapat dilaksanakan tanpa tatap muka namun melalui koneksi jaringan.

Photo

Menkominfo Rudiantara saat pamer "Tol Langit" dari Timika, Papua kepada siswa sekolah di Jakarta dan Natuna,. Tol Langit itu merupakan sambungan internet cepat dari infrastruktur proyek Palapa Ring. (Istimewa)

Sebagai informasi, istilah tol langit adalah infrastruktur jaringan telekomunikasi berupa jaringan backbone serat optik Palapa Ring yang telah dibangun pemerintah. Jaringan telekomunikasi terdiri atas Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur.

Infrastruktur jaringan itu dibangun oleh operator telekomunikasi dan satelit komunikasi High Troughput Satelite (HTS) milik pemerintah. Rencananya diluncurkan pada 2022.

Saat ini, proyek palapa ring barat dan tengah sudah selesai 100 persen. Sedangkan, paket Timur ditargetkan selesai pada semester pertama 2019.

Sementara itu, Direktur Utama PT PII Armand Hermawan menambahkan, tele-teaching diharapkan dapat menunjukan kepada masyarakat salah satu bentuk nyata dari manfaat skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk Pendidikan di Indonesia.

“Kami mendukung pembangunan infrastruktur negeri. Khususnya di titik-titik terluar, terpencil dan terdepan di Indonesia. Kami berharap kiranya kehadiran sambungan internet yang tersedia di Kepulauan Natuna dan Timika ini dapat memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat terutama untuk pendidikan melalui kegiatan Tele-teaching,” jelas Armand.

Untuk 3 proyek Palapa Ring, PT PII memberikan penjaminan untuk memberikan rasa aman bagi investor.

Menurut Armand, pembangunan infrastruktur tidak hanya memberikan dampak ekonomi tetapi juga sosial. Terutama pendidikan. Dengan adanya internet cepat berbasis serat fiber diharapkan bisa memeratakan kualitas pendidikan, mengatasi kekuarangan guru dan membuka akses informasi sampai ke pelosok.

“Dengan kehadiran internet cepat berbasis serat fiber yakni proyek palapa ring maka pengajaran jarak jauh menjadi sangat memungkinkan,” jelasnya.

Armand berharap program pengajaran jarak jauh yang digagas PT PII dengan Universitas Trilogi ini bisa direplikasi sehingga pengajaran dan pemerataan pendidikan bisa menjadi lebih cepat.

Photo

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore