
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah menyiapkan solusi permanen terkait bencana kelaparan di pedalaman Seram.
JawaPos.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo merasa sedih dengan masih adanya bencana kelaparan dan gizi buruk. Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat mengirim bantuan ke daerah yang dilanda kelaparan dan gizi buruk, sekaligus mencari solusi permanen agar kasus serupa tak terulang.
Pernyataan Bambang itu sebagai respons bencana kelaparan yang terjadi pada warga Suku Mausu Ane di pedalaman Pulau Seram, Maluku. Ada tiga korban jiwa akibat kelaparan di Dusun Siahari, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Maluku Tengah itu.
Bamsoet -panggilan bekennya- meminta Kementerian Dalam Negeri melalui pemerintah daerah (pemda), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan TNI segera mengirimkan bantuan berupa makanan pokok, perlengkapan tidur yang layak, obat-obatan, serta paket kebutuhan anak. “Bantuan harus segera dikirimkan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/7).
Legislator Golkar itu juga mendorong pemerintah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap Suku Mausu Ane. Untuk itu, kata Bamspet, Kemendagri bersama Kemensos, Kemenkes dan unsur pemda harus turun langsung ke lapangan.
“Agar ada data valid penderita busung lapar atau gizi buruk serta berkomitmen memberikan asupan gizi yang terbaik bagi warga Suku Mausu Ane. Kondisi mereka harus segera dipulihkan,” katanya.
Sedangkan demi solusi permanen, Bamsoet meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku (Bupati Maluku Tengah) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan kunjungan langsung ke daerah tersebut guna mengidentifikasi kondisi lapangan serta mengambil langkah prioritas dalam mengatasi kondisi yang ada.
Selanjutnya, pemerintah harus menguatkan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas dengan melakukan pembangunan infrastruktur air bersih, jalan dan sanitasi di desa yang menjadi lokasi kelaparan. “Agar persoalan serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Bamsoet juga mendorong pemerintah menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat. Menurutnya, penciptaan lapangan kerja bisa memanfaatkan dana desa.
“Sehingga warga punya penghasilan. Paling tidak memimialisasi kondisi itu (gizi buruk, red),” katanya.
Menurut Bamsoet, antar-kementerian juga harus melakukan koordinasi dalam penanganan kelaparan yang masih ada di tanah air.
“Harus ada jaminan kecukupan gizi bagi penderiya yang terdampak dengan menggalakan imunisasi dan pemberian makanan sehat dan bergizi,” tuturnya.
Bamsoet juga menyarankan kepada Kemenkes, Kemensos dan pemda menggalakkan upaya preventif guna mencegah kasus kelaparan dan gizi buruk di pedalaman Pulau Seram terulang. “Bisa melalui edukasi, sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat serta pentingnya pola hidup sehat,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
