
Kak Seto saat memberikan trauma healing untuk pengungsi gempa-tsunami Sulteng.
JawaPos.com - Sore itu mereka begitu larut dalam kegembiraan. Melompat. Bernyanyi. Dalam satu tenda besar. Sejam lamanya. Puluhan anak itu mematuhi yang dikatakan Sekretaris Jenderal Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Henny Rusmiati.
"Ayo, siapa yang mau ikut kuis? Tapi, ikuti dulu Kak Henny ya," kata Henny memancing anak-anak itu agar terus bergerak. "Saya, saya," teriak anak-anak bersahutan pada Jumat lalu (5/10) di posko pengungsian di halaman kantor Dinas Sosial Sulawesi Tengah tersebut.
Itulah upaya pemulihan trauma kepada anak-anak korban gempa dan tsunami di Palu. Trauma healing tersebut adalah bagian layanan dukungan psikososial (LDP) Kemensos.
Ketua LPAI Seto Mulyadi mengungkapkan, anak-anak rentan mengalami stres ketika dihadapkan persoalan pelik seperti bencana sehingga psikologis mereka butuh diobati. "Stres segala macam akhirnya bisa membuat (anak) sakit," tutur Kak Seto yang juga turut menghibur anak-anak dengan permainan sulap kepada Jawa Pos.
Di Desa Pardede, Sigi, kegiatan serupa diadakan Wahana Visi Indonesia Sulawesi Tengah. Sabrina, manajer area Palu, Sigi, dan Donggala WVI, mengatakan, dalam acara itu anak-anak belajar mendengarkan cerita anak lain. Juga, belajar bercerita tentang kejadian gempa yang mereka alami. "Di sini mereka cukup terbuka menyampaikan unek-unek," ujar Sabrina kepada Radar Sulteng.
Kegiatan tersebut akan dilakukan di lokasi yang sama sekali dalam seminggu, dengan durasi sekitar 30 menit. "Hari ini kami buat mereka beraktivitas, bermain bersama. Membuat mereka bahagia dan senang, sejenak melupakan peristiwa kemarin. Semoga ini bisa jadi trauma healing bagi mereka," ungkap Sabrina.
Di Palu, Seto dan Henny sengaja diundang Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menghibur anak-anak agar tidak larut dalam kesedihan. Dan, bersemangat kembali bermain seperti lazimnya anak-anak. "Para orang tua jangan menunjukkan stresnya di hadapan anak-anak," ucap Seto.
Pemulihan psikologis anak itu akan digelar kembali. Namun, bukan hanya Seto dan Henny yang bakal dilibatkan. Mereka akan dibantu para relawan yang lebih dulu mengikuti pelatihan trauma healing. "Kami memberikan pelatihan kepada para relawan agar bisa menyebar serentak," paparnya.
Seto mengatakan, semangat anak-anak yang terdampak gempa-tsunami Palu harus segera dipulihkan. Tapi, tidak cukup hanya dengan hiburan. Kebutuhan pangan harus pula tersedia. "Tanpa makanan yang cukup, semangat anak-anak untuk bergerak akan berkurang. Itu berpengaruh," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
