
Kuasa hukum Muhamad Rizieq Syihab, Aziz Yanuar (tengah) saat memberi keterangan kepada media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/12/2020). Muhamad Rizieq Syihab belum bisa hadir dalam pemeriksaan dikarenakan kondisi kesehatannya masih kurang sehat. Fo
JawaPos.com - Aziz Yanuar, tim kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyatakan tidak merasa khawatir terkait pencabutan surat penghentian penyidikan (SP3) kasus pesan singkat bernada asusila yang menjerat Rizieq Shihab. Pencabutan SP3 kasus pesan singkat bernada asusila tersebut dipandang sebagai pengalihan isu.
Hal ini berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sehingga kasus pada tingkat penyidikan itu bisa dilanjutkan.
"Biasa saja, berlawanan dengan rezim dalam upaya menegakan kebenaran dan keadilan menghadapi hal demikian biasa saja," kata Aziz kepada JawaPos.com, Rabu (30/12).
Baca Juga: Polisi Tunggu Petikan Putusan Pencabutan SP3 Kasus Chat Mesum Rizieq
Aziz mengungkapkan, dibukanya kembali kasus pesan singkat bernada asusila Rizieq Shihab dengan Firza Husein disebut sebagai sebuah kepanikan. Karena Komnas HAM telah melakukan penyelidikan tewasnya enam laskar FPI akibat bentrok dengan anggota Polri di Tol Jakarta-Cikampe Km 50 pada Senin (7/12) sekitar pukul 00.30 WIB.
"Ini makin membuktikan dugaan kepanikan rezim atas pengungkapan dugaan pembantaian enam syuhada, ini dalam dunia intelejen dikenal dengan istilah deception atau pengalihan isu," cetus Aziz.
Kendati demikian, Wakil Sekretaris Umum FPI ini menyatakan akan membahasnya untuk melakukan strategi atau langkah hukum terkait pencabutan SP3 Rizieq Shihab. "Nanti langkahnya akan kita bahas dengan prinsipal terlebih dahulu," pungkas Aziz.
Sebelumnya, Humas PN Jakarta Selatan Suharno membenarkan Hakim mencabut SP3 kasus pesan singkat bernada asusila yang menjerat Rizieq Shihab dan Firza Husein. Putusan praperdilan itu diputus oleh Ketua Majelis Hakim, Merry Taat Anggarsih.
"Pada dasarnya benar isi putusannya kabul," ujar Suharno, Selasa (29/12).
Suharno tak memungkiri, pencabutan SP3 itu untuk kembali melanjutkan perkara dugaan pesan singkat bernada asusila. "Iya (polisi bisa lanjutkan perkaranya)," ucap Suharno.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan, masih menunggu petikan putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait pencabutan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus pesan singkat bernada asusila yang sebelumnya menjerat Rizieq Shihab dan Firza Husein.
"Kita tunggu semua, kita kan belum tahu ini ya," ungkap Yusri.
Menurut Yusri, pihaknya menunggu salinan putusan dari PN Jakarta Selatan. Hal ini untuk mengetahui secara langsung bunyi putusan pencabutan SP3 terkait kasus dugaan pesan bernada asusila yang sebelumnya menjerat Rizieq Shihab.
"Nanti kita menunggu hasil dulu, ketikannya kita tunggu seperti apa nanti, ketikan putusannya. Tindak lanjut kedepan apa nanti kita sampaikan," tandas Yusri.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vVp1BfcJd8w

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
