
Rektor Insitut Pertanian Bogor, Arif Satria ketika memberikan sambutan di acara buka bersama KAHMI-ICMI Bogor, Jumat (18/5).
JawaPos.com - Penangkapan dosen Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB Abdul Basith karena dugaan menyimpan dan membuat bom molotov membuat rektor IPB Arif Satria kaget dan prihatin. Namun, pihak rektorat kampus menegaskan, itu tak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen di IPB.
"Saya terus terang kaget mendengar kabar itu," ujar Arif Satria, Minggu, (29/9).
Karena itu, dirinya akan mendatangi markas Polda Metro Jaya tempat Abdul Basith ditahan malam ini. Pihaknya juga akan berkordinasi dengan aparat kepolisian.
"Jadi malam ini saya ke Polda Metro Jaya," ujar Arif.
Hal senada juga ditambahkan oleh Kepala Biro Humas IPB Yatri Indah Kusumastuti melalui keterangan tertulisnya menegaskan, Abdul Basith merupakan dosen IPB. Pria kelahiran Kendal 1975 itu mengajar pada FEM IPB. Namun, penangkapan itu diyakini tidak ada kaitannya dengan aktivitas akademik IPB.
"Perlu kami sampaikan, bahwa dugaan aktivitas yang dilakukan adalah tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB dan menjadi tanggung jawab penuh yang bersangkutan sebagai pribadi," ucap Yatri.
Kendati demikian, IPB menyerahkan sepenuhnya kasus Basith kepada pihak yang berwenang. IPB menghormati proses hukum yang berlaku.
"Terkait masalah ini IPB menghormati proses hukum yang berlaku," tukasnya.
Pihak Keluarga
Sementara itu, salah satu dosen Tekonologi Industri (TIN) Angga yang mewakili pihak keluarga Abdul Basith mengatakan, bahwa saat ini Pak Basith ada di tempat yang aman, dan sedang menunggu besok pemeriksaan.
"Jadi saya menyampaikan amanah dari istri pak Abdul Basith, yakni Ibu Illah Saillah, bahwa bapak saat ini ada di tempat yang aman," ujar Angga melalui pesan rekaman suaranya.
Angga juga mengatakan, sesuai perintah Ibu Illah, semua pihak yang bersimpati dan berempati dengan Pak Abdul Basith tidak perlu harus datang ke rumah. Atau melakukan hal-hal di luar kewajaran.
"Amanahnya, tidak perlu datang ke rumah dan tak perlu melakukan pergerakan apa pun sampai ada kabar dari tim advokasi yang Insyallah ada Pak Busyro Muqodas dari Muhammadiyah," tandasnya.
Diketahui, sebelumnya, polisi menangkap seorang Dosen IPB yang diduga menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov massal untuk aksi Mujahid 212 pada Sabtu (28/9) kemarin. Aksinya itu dilakukan untuk membuat kerusuhan atu chaos dengan bahan peledak.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Dicky Ario Yustianto menyampaikan, operasi penangkapan terkait aksi tersebut dilakukan oleh Jatanras Polda Metro Jaya yang juga melibatkan Densus 88 Antiteror Polri.
"Polres hanya backup," kata Dicky melalui pesan singkat, Minggu (29/9).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka diamankan di Jalan Hasyim Asyari, Tangerang Kota, pukul 01.00 WIB. Barang bukti yang disita petugas salah satunya bom molotov siap pakai untuk aksi Mujahid 212 berjumlah 29 buah.

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
