
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (Dimas Apriyanto/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Aksi demonstrasi yang dilakukan Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan gedung DPR RI Jakarta diwarnai pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kendati demikian, polisi memastikan belum ada laporan resmi yang dibuat PDIP kepada aparat berwajib.
"Saya sampaikan, belum ada laporan polisinya ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/6).
Oleh karena itu, penyidik belum bisa melakukan penyelidikan ihwal kasus tersebut. "Bagaimana mau diperiksa orang nggak ada laporan polisi. Dasarnya apa meriksa orang?" ucap Yusri.
Di sisi lain, Yusri membenarkan jika telah mengklarifikasi kejadian tersebut kepada koordinator aksi. Namun, klarifikasi tersbeut tidak masuk dalam proses penyelidikan.
"Kalau korlip iya (dimintai klarifikasi) sama intel karena disitu bagiannya kan intel. Cuma ditanya ada apa ini, tapi kalau teman-teman tanyakan apakah sudah diperiksa ya belum," pungkas Yusri.
Sejumlah kader PDI Perjuangan mengibarkan bendera partai PDIP saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas I partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih pada tahun 2020 tersebut bertemakan
ILUSTRASI: Sejumlah kader PDI Perjuangan mengibarkan bendera partai PDIP saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, Jumat (10/1). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Sebelumnya, Beredar video massa aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) membakar bendera PKI dan juga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Video berdurasi 2.33 menit itu diduga terjadi di depan Gedung DPR pada Rabu (24/6).
“Bakar bakar PKI. Bakar PKI sekarang juga,” teriak massa sambil membakar bendera PKI dan PDIP.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan hukum terhadap pembakaran bendera partai tersebut.
“Karena itulah mereka yang telah membakar bendera Partai, PDIP dengan tegas menempuh jalan hukum. Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi,” ujar Hasto kepada wartawan, Kamis (25/6).
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7EOKPMZvfqE
https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI
https://www.youtube.com/watch?v=tkiyPoh5HBY

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
